Ada Obat Pilek Bayi yang Aman, tetapi….

Pilek dengan ragam gejala dan penyakit turunannya memang mudah sekali menjangkiti manusia, termasuk bayi. Apalagi, anak bayi sistem kekebalan tubuhnya belum begitu matang sehingga menjadi sasaran yang empuk diserang oleh penyebab pilek itu. Namun, penyembuhan pilek pada bayi memang sedikit tricky. Sebab, penggunaan obat pilek bayi disebut-sebut tidak aman.

Dalam dunia medis, batuk dan pilek pada bayi dikenal dengan istilah common cold. Kondisi ini wajar, meski kadang orangtua terlampau khawatir sehingga memaksakan pemberian obat kepada anaknya. Masalahnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyarankan obat batuk pilek tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah empat tahun, termasuk pada bayi. Dengan begitu, penggunaan obat secara bebas (tanpa resep dokter) amat riskan bagi kesehatan si bayi.

Akan tetapi, dirangkum dari beberapa sumber, sebenarnya ada beberapa obat yang boleh dan bisa saja diberikan untuk meredakan pilek pada bayi. Namun, kembali lagi, semuanya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Nah, apa saja ragam obat pilek bayi yang dimasud? Berikut ulasannya:

  1. Cairan Saline atau Semprotan Hidung

Cairan saline adalah larutan air garam yang digunakan untuk melembapkan saluran pernapasan dan melunakkan lendir (ingus). Setelah ingus melunak, sedot cairan pada hidung bayi dengan alat sedot ingus.

Jika digunakan dengan tepat, semprotan hidung seringkali jadi obat flu bayi yang aman dan efektif. Obat pilek bayi ini bisa dibeli di toko obat atau apotek terdekat tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda membaca dengan teliti cara penggunaannya.

Jika Anda tidak memahami cara pakainya atau ragu-ragu untuk menggunakannya, jangan ragu bertanya langsung pada apoteker. Bila perlu, Anda juga bisa konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan semprotan hidung.

  • Paracetamol

Demam dan sakit kepala merupakan gejala penyerta pilek yang paling sering dialami bayi dan anak-anak. Untuk meredakan demam, Anda bisa menggunakan paracetamol. Paracetamol tersedia dalam banyak varian, tapi khusus untuk bayi dan anak-anak berikan yang versi sirup.

Paracetamol dijual bebas tanpa perlu menebus resep dokter. Namun, penting untuk dipahami bahwa obat pilek ini hanya boleh diberikan pada bayi usia tiga bulan ke atas. Selain itu, selalu perhatikan dosis yang akan diberikan untuk si kecil. Terlalu banyak paracetamol bisa menyebabkan masalah pada hati.

Oleh karena itu, jangan berikan pada bayi lebih dari dosis yang dianjurkan dokter atau dari aturan pakai yang ada di label kemasan.

Namun, secara umum, paracetamol bisa membahayakan jika diberikan pada:

  • Anak di bawah usia dua bulan
  • Anak yang punya masalah hati atau ginjal
  • Anak yang sedang minum obat epilepsi
  • Anak yang sedang minum obat TBC

Paracetamol jarang sekali menimbulkan efek samping jika diberikan dalam dosis yang tepat. Meski begitu, obat pereda nyeri ini bisa bereaksi negatif dengan obat-obatan lain. Jadi, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikannya pada bayi Anda.

  • Ibuprofen

Ibuprofen juga masuk dalam daftar obat pilek bayi. Jika digunakan dalam dosis yang tepat, obat ini dapat embantu mengurangi gejala demam, pilek, dan nyeri pada tubuh anak. Selain meredakan nyeri dan menurunkan demam, obat ini juga mampu mengatasi peradangan di dalam tubuh.

Ibuprofen memiliki kekuatan yang berbeda sesuai dengan dosisnya. Itu sebabnya, dokter umumnya akan meresepkan dosis obat sesuai dengan usia anak. Untuk anak, ibuprofen biasanya diberikan 3 sampai 4 kali sehari dengan jeda 4 sampai 6 jam setiap dosisnya. Sayangnya, obat pilek ini hanya boleh diberikan pada bayi usia enam bulan ke atas. Pasalnya, ibuprofen termasuk obat yang lebih kuat dari paracetamol.

Ibuprofen bisa menyebabkan efek samping ringan seperti sakit perut, gangguan pencernaan, dan mulas. Biasanya, efek ibuprofen bisa dirasakan 20 sampai 30 menit setelah diminum.

Sebaiknya Anda tidak memberikan obat ini apabila bayi Anda alergi terhadap ibuprofen, sedang mengalami cacar hati, dan punya riwayat penyakit asma, masalah hati atau ginjal, serta penyakit radang usus seperti Crohn atau kolitis ulseratif.

***

Jika Anda masih ragu dengan obat-obatan yang disebut di atas, Anda tak perlu khawatir. Sebab batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi.

Lagi pula, common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.

Jika Anda merasa khawatir, periksakan bayi Anda ke dokter terdekat. Dokter akan mengidentifikasi masalah kesehatan di tubuh bayi yang membuatnya terserang batuk maupun pilek. Jika dirasa perlu, mungkin dokter juga akan memberikan obat pilek bayi untuk membantu kesembuhan buah hati Anda.

Hidup Sehat Read More

6 Kondisi Ini Enyah Berkat Manfaat Air Kelapa Tua

Selama ini kita hanya mengenal air kelapa muda atau air kelapa hijau untuk mengatasi beragam masalah dalam tubuh. Air kelapa tua biasanya tak pernah dilirik sama sekali. Namun, ternyata manfaat air kelapa tua tak kalah dibanding air kelapa muda, lho!

Nah, di bawah ini ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan jika Anda mengonsumsi air kelapa tua. Penasaran? Mari simak ulasannya:

  1. Mengendalikan Kadar Kolesterol

Bagi penderita kolesterol, makanan bersantan menjadi pantangan tersendiri. Pasalnya, santan bisa membuat masalah itu tambah pelik. Namun, Anda tak perlu pusing memikirkan masalah kolesterol Anda lantaran dari sumber yang sama bisa menjadi penangkalnya.

Konsumsilah air kelapa tua. Air kelapa tua kaya akan omega 3 serta omega 6, yang mana senyawa tesebut mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga rutin mengonsumsi air kelapa tua bisa menjadi terapi yang bagus dan murah bagi penderita kolesterol ataupun untuk mencegah tubuh terserang kolesterol.

  • Ampuh Redakan Panas Dalam

Air kelapa tua juga bisa digunakan untuk mengatasi panas dalam serta tubuh yang kedinginan akibat cuaca yang terlampau dingin hingga masuk angin. Ini dikarenakan air kelapa tua mengandung energi panas dan dingin yang seimbang dan lebih baik ketimbang air kelapa muda.

  • Pertolongan Pertama Terhadap Kolera

Kolera merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri vibrio cholerae. Dampak dari penyakit ini adalah diare berat, perut sering terasa mual, serta muntah yang terus-menerus. Kondisi ini pada akhirnya bisa berujung pada dehidrasi berat.

Air kelapa tua bisa dijadikan sebagai pertolongan pertama untuk mengobati pasien kolera. Ini lantaran air kelapa tua kaya akan elektrolit yang mampu mengembalikan cairan serta ion yang hilang bersama urin dan feses, menjaga keseimbangan pH dalam tubuh, serta membawa nutrisi pada setiap bagian sel. Meskipun demikian, pasien kolera tetap harus segera mendapatkan perawatan medis ya.

  • Merawat Kulit

Air kelapa tua mengandung asam laurat dan sitokin yang bermanfaat dalam menjaga jaringan kulit tetap kuat dan sehat serta menyeimbangkan pH. Karena kulit kamu dalam keadaan sehat, sudah pasti akan tehindar dari berbagai masalah yang membuat kulit tampak tua dan kurang terawat.

  • Lawan Dehidrasi

Air merupakan salah satu komponen terbesar dalam tubuh yang memiliki peranan penting bagi kesehatan seperti mengatur suhu tubuh, produksi sel, transportasi nutrisi, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting sekali untuk memastikan bahwa kamu selalu mendapat asupan air yang pas bagi tubuh. Kendati demikian, banyak juga orang yang tak bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh entah karena tidak sempat ataupun lupa.

Sebagai solusinya, kamu bisa mengonsumsi air kelapa tua setiap hari. Karena air kelapa tua kaya akan elektrolit yang mampu mengembalikan cairan tubuh serta mudah diserap. Selain itu, elektrolit yang terkandung dalam air kelapa tua juga bermanfaat dalam menjaga kinerja berbagai organ dalam tubuh.

  • Jaga Kesehatan Pencernaan

Seperti yang telah disinggung di atas, air kelapa tua baik untuk masalah pencernaan. Selain mengatasi kolera, masalah pencernaan lain seperti konstipasi merupakan hal umum yang kerap dialami orang-orang, khususnya mereka yang sering ngemil tetapi jarang makan sayur dan buah. Hal ini terjadi lantaran berbagai makanan tersebut tidak mengandung serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Tapi jangan khawatir, saat perutmu tidak nyaman akibat konstipasi. Segera cari buah kelapa tua dan minum airnya. Air kelapa tua mengandung serat dalam jumlah yang melimpah sehingga bisa menjadi solusi instan untuk mengatasi masalah kesulitan buang air besar yang sedang kamu alami.

***

Jika sudah mengetahui mengenai manfaat air kelapa tua untuk kesehatan, tak ada salahnya untuk mulai mengonsumsinya secara rutin. Yang pasti, meski kaya akan manfaat, jangan pernah mengonsumsi secara berlebihan, ya!

Hidup Sehat Read More

Mengenal Penyakit Pes yang Sempat Mewabah

Mungkin belum banyak dari Anda yang familiar dengan wabah penyakit pes. Penyakit apakah pes dan bagaimana cara mengobatinya?

Pes atau biasa disebut plague adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Yersinia pestis.  Bakteri ini ditemukan terutama pada hewan pengerat, khususnya tikus, dan pada kutu yang memakan hewan tersebut. Hewan lain dan manusia biasanya tertular penyakit ini dari gigitan tikus atau kutu. Sekitar 1 dari 7 orang yang terinfeksi PES meninggal karena penyakit ini.

Jenis yang paling umum terlihat sepanjang sejarah adalah wabah PES, yang merupakan infeksi kelenjar getah bening. Jenis umum lainnya termasuk pneumonia plague, infeksi paru-paru, dan septikemia plague yang mempengaruhi darah Anda.

Gejala PES

Gejala-gejala penyakit PES yang biasanya Anda rasakan, meliputi:

  • Panas dingin
  • Demam
  • Kejang
  • Malaise
  • Nyeri otot
  • Penampilan kelenjar getah bening yang halus dan nyeri serta menyebabkan pembengkakan di daerah selangkangan, ketiak atau leher. Pembengkakan tersebut disebut bubo, dan biasanya ditemukan di lokasi gigitan kutu yang terinfeksi.

Penyakit PES harus segera Anda obati, karena  setengah dari orang yang menderita PES mempunyai kemungkinan meninggal dunia.

Gejala pneumonia plague

Sedangkan, untuk gejala wabah pneumonia plague meliputi:

  • Batuk parah;
  • Sulit bernafas
  • Demam
  • Berbusa, dahak berdarah
  • Nyeri dada ketika bernapas dalam-dalam.

Hampir semua kasus pneumonia plague berakibat fatal jika tidak ditangani. Tidak seperti jenis wabah PES lainnya, orang dengan pneumonia plague dapat menyebarkan infeksi tersebut melalui batuk, dengan mengirimkan tetesan kecil yang membawa bakteri di udara kepada orang lain.

Gejala septikemia plague

Gejala-gejala septikemia plague meliputi:

  • Perdarahan karena masalah pembekuan
  • Muntah
  • Mual
  • Demam
  • Diare
  • Sakit perut.

Septikemia plague dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum Anda merasakan munculnya gejala.

Pengobatan

Semua bentuk wabah plague memerlukan perawatan sesegera mungkin, karena kematian dapat terjadi 24 jam setelah gejala pertama muncul pada Anda.

Antibiotik seperti streptomisin, gentamisin, doksisiklin, atau siprofloksasin efektif untuk mengobati plague. Cairan infus, oksigen, dan bantuan pernapasan juga dapat membantu perawatan Anda.

Sedangkan karena risiko infeksi dari orang-ke-orang, pasien dengan wabah pneumonia plague memerlukan isolasi yang ketat – baik dari perawat maupun pasien lain.

Segera temui dokter Anda bila Anda mulai merasakan gejala-gejala PES yang tertera diatas. Biasanya penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis PES dengan melakukan tes laboratorium pada darah atau dahak Anda, atau pada cairan dari kelenjar getah bening Anda.

Penyakit Read More

Pemfigoid, Kelainan Imun yang Bisa Terjadi pada Lansia

Meski jarang terdengar, pemfigoid adalah gangguan autoimun tubuh yang ternyata paling sering mempengaruhi lansia. Pemfigoid disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan kulit ruam dan melepuh. Sebenarnya, apa penyebab pemfigoid dan bagaimana penanganan pemfigoid yang tepat? Berikut ini ulasannya.

Penyebab Pemfigoid

Pada kasus penyakit autoimun pemfigoid, tubuh penderita akan secara keliru justru menyerang balik jaringan tubuh yang sehat. Sistem kekebalan tubuh akan menciptakan antibodi untuk menyerang jaringan, tepat di bawah lapisan kulit terluar.

Hal ini menyebabkan lapisan kulit terkelupas dan terdapat ruam kemerahan atau luka lecet yang nyeri. Penyebab pemfigoid belum diketahui pasti. Namun dalam beberapa kasus, hal ini bisa disebabkan oleh:

  • Pemakaian obat-obatan tertentu
  • Terapi radiasi
  • Terapi sinar ultraviolet

Lansia yang mengalami gangguan autoimun atau pemfigoid jumlahnya lebih tinggi, ketimbang kelompok usia lain. Selain itu, pemfigoid juga lebih banyak menyerang wanita daripada pria.

Gejala Pemfigoid

Tanda-tanda pemfigoid yang paling umum adalah bagian kulit melepuh atau terdapat ruam kemerahan. Antara lain pada lengan, kaki, perut dan mata. Luka ini akan terasa nyeri dan gatal. Berikut ini beberapa gejala pemfigoid yang kerap menjadi karakteristik pada kulit penderita:

  • Kulit ruam kemerahan dan meluas sebelum melepuh.
  • Terdapat luka yang melebar dan berisi cairan bening. Kadang-kadang mengandung sedikit darah.
  • Kulit yang lecet menebal dan tidak mudah pecah.
  • Kulit di sekitar area yang melepuh tampak kemerahan atau menghitam.
  • Kulit yang sudah melepuh dan pecah biasanya akan terasa nyeri.

Cara Mendiagnosis Pemfigoid

Untuk memastikan diagnosis pemfigoid, dokter akan memeriksa area kulit yang melepuh. Serangkaian tes juga diperlukan agar dokter bisa memberikan resep obat yang tepat. Tes yang dilakukan di antaranya biopsi kulit dengan mengambil sedikit kulit yang terkena pemfigoid sebagai sampel.

Selanjutnya, teknisi laboratorium akan menguji sampel untuk mengetahui karakteristik antibodi sistem kekebalan tubuh Anda. Antibodi ini juga dapat dideteksi dengan pengambilan sampel darah Anda.

Perawatan Pemfigoid

Kelainan autoimun pada lansia berupa pemfigoid umumnya tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan yang tepat sangat efektif untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Misalnya, pengobatan dengan resep dokter memakai pil kortikosteroid atau salep. Obat ini dapat mengurangi peradangan dan membantu mengurangi rasa gatal atau cepat mengeringkan kulit yang melepuh. Opsi pengobatan lain adalah imunosupresan atau tetrasiklin yang dapat mengurangi peradangan dan infeksi. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan solusi yang efektif dalam menangani kelainan autoimun yang terjadi pada lansia.

Lansia Read More

Mendisiplinkan Anak dengan Rutinitas Sehari-hari

Setiap orangtua ingin agar anak-anak tumbuh bahagia, bisa menghormati orang lain, dan memiliki etika yang baik di depan umum.

Tetapi, kadang perilaku anak di luar ekspektasi dan terlalu dimanjakan sehingga berlawanan dengan apa yang diinginkan orangtua.

Oleh karena itu, untuk mendidik mereka menjadi anak yang baik, orangtua perlu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak.  

Apa Sebenarnya Disiplin?

Disiplin adalah proses mengajar anak tentang perilaku apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Dalam kata lain, disiplin mengajarkan anak untuk mengikuti aturan.

Tips mendisiplinkan anak yang efektif dapat melibatkan banyak cara, termasuk dorongan positif, praktek dari orangtua, dan dukungan serta kasih sayang orangtua. Terkadang, menghukum anak juga bisa menjadi strategi mendisiplinkan anak yang efektif. Jadi, kombinasi cara-cara ini secara tepat untuk mendapatkan hasil yang efektif dalam mendisiplinkan anak.

Peran Orangtua dalam Disiplin Anak

Keluarga besar, sekolah, tempat ibadah, terapis, dan sebagainya hanyalah pendukung dalam mendisiplinkan anak.Orangtua bertanggung jawab penuh untuk membantu setiap anak tumbuh mandiri, punya tata krama, dan kendali diri.

Menurut The American Mental Health Association, ada 3 gaya mendidik anak yang umum digunakan:

  1. Otoriter: Anda punya ekspektasi dan konsekuensi yang jelas, tetapi jarang menunjukkan kasih sayang pada anak. Ucapan Anda adalah hukum yang berlaku dan tidak ada celah untuk dibantah. Gaya mendidik anak ini dinilai kurang efektif pada umumnya.
  2. Otoritatif: Anda punya ekspektasi dan konsekuensi yang jelas, serta selalu penuh kasih sayang pada anak. Anda cukup fleksibel dan mau bekerja sama dengan anak untuk memecahkan setiap masalah. Biasanya cara ini adalah gaya mendidik yang paling efektif.
  3. Permisif: Banyak menunjukkan kasih sayang hingga kebablasan dalam mendisiplinkan anak. Ini juga adalah gaya parenting yang kurang efektif.


Tips Mendisiplinkan Anak

American Academy of Pediatrics memberikan saran berikut sebagai tips mendisiplinkan anak melalui rutinitas sehari-hari:

1. Memberikan Imbalan ketika Anak Berperilaku Baik

Mengakui perilaku baik yang dilakukan anak adalah penghargaan bagi mereka dan mendorong anak untuk melanjutkan kebiasaan baik ini. Berikan pujian dan ingatkan anak bahwa dia sebenarnya bisa berperilaku baik jika ia mau.

2. Membiarkan Anak Merasakan Konsekuensi Alami

Jika anak sulit dinasehati atau tidak mendengarkan nasehat orangtua, biarkan anak mengalami akibat dari perilakunya. Sebagai contoh, jika ia sengaja merusak mainan, maka ia tidak akan bisa memakai mainannya lagi.

Namun, tetap pastikan bahwa konsekuensi alami ini tidak berbahaya untuk anak.

3. Membiarkan Anak Merasakan Konsekuensi Logis

Cara ini mirip dengan konsekuensi alami, tetapi Anda perlu menjelaskan ke anak apa akibatnya jika ia berperilaku tidak baik.

Misalnya, jika anak tidak membereskan mainan, maka Anda akan menyimpan mainan itu jauh dari jangkauan mereka selama seminggu.

4. Mencabut Hak Istimewa

Sebagai contoh, jika anak tidak menyelesaikan PR tepat waktu, Anda akan mengambil hak istimewa anak, seperti tidak boleh bermain HP atau menonton TV selama seminggu. Tips mendisiplinkan anak ini akan lebih efektif jika Anda mencabut hak istimewa yang paling disenangi oleh buah hati. Contohnya, tidak mendapatkan uang saku atau tidak boleh bermain gadget selama seminggu.

Perenting Read More

Kimchi Ternyata Tak Hanya Lezat, Tetapi Juga Bermanfaat untuk Kesehatan

Buat Anda pecinta budaya Korea tentunya sudah tidak asing dengan sayuran fermentasi bernama kimchi. Bahan kimchi terdiri dari campuran sawi putih dan lobak dicampur dengan bumbu-bumbu lainnya. Seiring budaya Korea yang semakin menjamur, kini Anda dapat menyicipi kimchi di mana-mana. Mari kenali makanan asal negeri gingseng ini lebih jauh lagi melalui penjelasan di bawah ini.

Apa itu Kimchi?

Dulu makanan ini dikenal dengan sebutan ‘chim-chae’ yang berarti “sayuran yang direndam,” dan kini dikenal dengan ‘kimchi.’ Pada dasarnya makanan fermentasi ini merupakan hidangan tradisional yang berasal dari negeri Korea.

Kimchi dibuat dengan cara memfermentasi sayuran yang dibumbui dengan bawang putih, jahe, bawang bombay dan cabai. Tampilannya didominasi dengan warna oranye dengan bau asam yang sangat menyengat. Penampilan makanan ini dapat menggugah selera makan dan rasanya benar-benar menyegarkan.

Selain enak, manfaat kimchi juga bermacam-macam. Makanan yang difermentasi dengan bakteri asam laktat probiotik memiliki manfaat yang mirip dengan cara yogurt menambahkan manfaat probiotik pada susu. Probiotik yang dihasilkan dapat menciptakan mikroorganisme untuk membantu sistem pencernaan.

Kimchi juga dipercaya sebagai salah satu makanan fermentasi yang sehat dengan kadar serat tinggi, namun memiliki rendah kalori.

Manfaat Kimchi untuk Kesehatan

Menurut ahli, manfaat terbesar dari kimchi ini berasal dari bakteri sehat yang ada pada proses fermentasi. Bakteri sehat ini dipercaya dapat melawan infeksi pada tubuh kita. Bahkan sebuah studi mengatakan bahwa kimchi memiliki kombinasi sifat antiinflamasi dan penurun kolesterol.

Tak hanya itu saja, makanan ini pun dapat mengurangi resiko penyakit kanker. Kimchi juga termasuk ke dalam makanan yang sarat dengan serat, sehingga bisa membuat kita merasa kenyang. Meski begitu, satu cangkir kimchi hanya memiliki 22 kalori saja.

Walaupaun bermanfaat untuk tubuh, mengonsumsi makanan ini harus dibatasi. Karena dalam kimchi terkandung sodium yang tinggi. Sehingga Anda yang memiliki tekanan darah tinggi harus hati-hati dalam mengonsumsinya. Selain itu, mengonsumsi kimchi terlalu banyak malah dapat mengganggu pencernaan.

Cara Memakan Kimchi

Tak perlu harus jauh-jauh ke Korea untuk menikmati manfaat kimchi, kini makanan tersebut sudah ada di mana-mana. Selain Anda bisa menemukannya di restoran Korea ataupun supermarket yang menyediakan makanan khas Korea, cara membuat kimchi di rumah pun sangat mudah.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi makanan fermentasi ini dengan disantap langsung atau dijadikan sebagai pendamping makanan favorit Anda. Bahkan Anda juga bisa menjadikannya sebagai salah satu bumbu untuk menambah rasa sedap pada hidangan makanan.

Intinya, tidak ada cara yang pasti untuk menikmati makanan super ini. Anda bisa memasukkan kimchi pada rebusan sayur-sayuran, telur orak-arik, hingga sebagai bumbu nasi goreng sekalipun. Jadi, tak hanya manfaat kimchi saja yang beragam, cara penyajiannya pun bermacam-macam

Diet Sehat Read More