Alternatif Operasi Varikokel dengan Cara Alami

Operasi varikokel (varicocelectomy) membutuhkan bantuan dari tim dokter

Organ reproduksi harus dijaga kesehatannya, pasalnya banyak sekali risiko kesehatan yang mengintai alat vital manusia tersebut. Bagi para pria, salah satu kondisi medis yang terjadi di organ reproduksi dan memiliki dampak besar adalah varikokel. Jika sudah parah, kadang dokter tak punya cara lain untuk mengatasi ini selain operasi varikokel.

Secara sederhana, varikokel dapat dimengerti sebagai sebuah kondisi di mana skrotum atau kantong zakar mengalami pembengkakan. Masalah itu berasal dari pembuluh darah vena di area tersebut. 

Pembuluh darah yang membawa darah dari testis ke penis tersebut seharusnya tidak teraba atau terasa, tetapi saat terjadi varikokel pembuluh darah vena tersebut tampak seperti banyak cacing dalam skrotum. Mudahnya, varikokel adalah varises yang terjadi di kantong zakar.

Varikokel dapat membuat testis mengecil sehingga dapat mengganggu produksi sperma dan pada akhirnya mempengaruhi kesuburan pria. Operasi varikokel dilakukan untuk menormalkan kembali aliran darah ke dan dari organ reproduksi. Operasi ini juga dikenal dengan istilah medis varicocelectomy.

Bagi sebagian orang, operasi merupakan sebuah prosedur medis yang menakutkan. Terlebih operasi tersebut nantinya dilakukan di area yang cukup vital. Jika varikokel masih dalam tahap awal atau belum parah, seseorang bisa saja mengalihkan pengobatan dengan beberapa jalan alternatif seperti terangkum di bawah ini:

  • Pengobatan Herbal 

Pengobatan herbal ini dapat dilakukan bersamaan dengan prosedur homeopathic. Diyakini kombinasi ini dapat meringankan gejala yang berasal dari varises di skrotum atau varikokel. Ada beberapa obat herbal yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi gejala yang dikeluhkan.

Akan tetapi, pengobatan herbal ini memerlukan konsultasi dengan naturopath atau praktisi kesehatan holistik sebelum memulai program pengobatan. Mengonsumsi obat varikokel alami secara sewenang-wenang atau meresepkan diri sendiri bisa berbahaya, karena herbal tertentu jika dicampur bersama, bisa beracun, atau menghasilkan efek samping yang tidak diinginkan ketika dikombinasikan dengan beberapa obat resep.

  • Latihan Kegel

Senam kegel sudah sejak lama dipercaya mampu mengatasi berbagai masalah di area reproduksi. Bahkan latihan kegel disebut juga mampu mengobati varikokel atau membantu meringankan gejala varikokel. Kegel adalah latihan panggul yang mudah dijalani, bila dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan dan mengembalikan tonus otot dan aliran darah.

  • Mengubah Pola Makan

Selain itu, alternatif operasi varikokel yang diyakini ampuh adalah mengubah pola makan. Untuk mendapatkan manfaatnya, penderita varikokel dianjurkan makan makanan yang mengandung tepung putih, gula, dan makanan olahan. Semuanya dapat berkontribusi terhadap banyak konsekuensi kesehatan yang tidak diinginkan termasuk pembentukan varikokel.

Inti dari pola makan untuk mengatasi varikokel adalah dengan menerapkan pola makan sehat dengan meningkatkan asupan serat tinggi dan makanan seperti sayuran segar, buah-buahan, dan biji-bijian ke dalam konsumsi hariannya. Pasalnya, makanan kaya flavonoid ini dikenal bisa meningkatkan integritas struktural pembuluh darah.

Menurut pakar kesehatan, kekurangan serat akan sering menyebabkan ketegangan selama buang air besar. Ketegangan ini berkontribusi pada varises, jadi mengatasi masalah usus mungkin bisa membantu mengatasi masalah vena skrotum dan penyakit varikokel.

  • L-Arginine

L-Arginine merupakan salah satu asam amino yang dapat meningkatkan sirkulasi alami ke organ reproduksi untuk meningkatkan detoksifikasi dan untuk membawa darah kaya nutrisi yang mengandung oksigen ke sperma. L-Arginine juga terbukti meningkatkan produksi sperma dan memberi manfaat positif pada pergerakan sperma.

***

Itulah beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk menghindari operasi varikokel. Namun, selalu pastikan Anda tetap telah melakukan pemeriksaan kondisi ke dokter atau petugas medis yang kompeten. Tujuannya tidak lain agar semua yang dilakukan dapat memberikan dampak positif serta menghindari terjadinya hal-hal yang justru tak diinginkan.

Tindakan Medis Read More

Waspadai Keringat Berlebih sebagai Gejala Hiperhidrosis Primer

Berkeringat merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, sebagian orang mungkin mengalami keringat berlebih di beberapa bagian tubuh tertentu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kondisi ini bisa disebut sebagai hiperhidrosis primer.

hiperhidrosis primer

Hiperhidrosis primer terjadi tanpa alasan yang diketahui. Penderita mungkin akan merasakan adanya produksi keringat yang berlebih, secara khusus di area telapak tangan, telapak kaki, di bawah payudara, selangkangan, dan ketiak.

Mengenal lebih dalam pengertian hiperhidrosis primer

Secara umum, hiperhidrosis adalah produksi keringat berlebih yang terjadi bahkan saat tidak sedang melakukan aktivitas fisik tertentu atau berada dalam suhu yang panas. Kondisi ini digolongkan ke menjadi dua, yaitu hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder.

Perbedaan kedua jenis hiperhidrosis ini terletak pada faktor yang menyebabkannya. Pada hiperhidrosis jenis primer, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan produksi keringat berlebih.  

Sementara, hiperhidrosis sekunder terjadi karena adanya kondisi medis lain yang mendasarinya, seperit penyakit obesitas, asam urat, menopause, tumor, diabetes melitus, dan hipertiroidisme.

Meski penyebab dari hiperhidrosis jenis primer tidak diketahui, hasil penelitian membuktikan bahwa stres bisa menjadi salah satu faktor pemicu yang bisa meningkatkan keparahan gejala. Tekanan fisik dan sosial karena keringat berlebih pada area tubuh tertentu kemungkinan akan mendorong tubuh penderita untuk memproduksi keringat semakin banyak.

Akan tetapi, masalah kesehatan mental seperti stres tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur untuk menentukan penyebab seseorang mengalami hiperhidrosis primer. Selain itu, para dokter juga menduga adanya faktor genetik yang menyebabkan kondisi ini.

Tanda-tanda seseorang menderita hiperhidrosis primer

Ada beberapa gejala yang menjadi penanda kemungkinan seseorang menderita hiperhidrosis primer. Gejala yang umum terjadi dapat berupa:

  • Telapak tangan yang lembab dan basah
  • Telapak kaki yang lembab dan basah
  • Sering berkeringat
  • Keringat meresap ke pakaian dan meninggalkan bekas

Bagi sebagian orang, gejala-gejala di atas bisa saja menimbulkan ketidak nyamanan, bahkan sampai menurunkan tingkat kepercayaan diri. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena keringat yang berlebihan seringkali diidentikan dengan penampilan yang tidak menyenangkan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa mengendalikan stres dan menjaga pikiran tetap tenang merupakan salah satu upaya untuk meringankan gejala keringat berlebih. Oleh sebab itu, apabila Anda menderita hiperhidrosis, cobalah untuk tetap berpikiran positif.

Selain gejala-gejala umum, sebagian penderita hiperhidrosis jenis apa pun bisa juga mengalami beberapa ciri-ciri khusus berupa:

  • Menderita masalah kulit karena sering berkeringat, seperti infeksi jamur, iritasi, dan lain sebagainya
  • Enggan melakukan kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan
  • Menghabiskan banyak waktu dalam sehari untuk mengatasi keringat, seperti dengan mandi lebih dari dua kali dalam sehari, sering berganti pakaian, dan lain sebagainya
  • Memilih melakukan pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak aktivitas fisik dan tidak banyak berinteraksi dengan manusia lain

Cara mengatasi hiperhidrosis primer

Cara paling utama yang dilakukan untuk mengobati pasien dengan kondisi hiperhidrosis primer adalah melalui obat-obatan. Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk mengendalikan kondisi ini. Pemilihan obat tergantung pada kondisi setiap pasien dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Umumnya, penderita hiperhidrosis, baik jenis primer maupun sekunder, akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat antipersipirant untuk mengendalikan produksi keringat hanya sampai batas tertentu. Selain itu, dokter juga mungkin akan mengarahkan pasien untuk menggunakan pelindung pada area ketiak untuk melindungi pakaian dari keringat.

Sebagian besar cara mengatasi hiperhidrosis primer difokuskan pada upaya untuk mengurangi gejala yang tampak. Secara khusus, pasien sebaiknya lebih sering mengganti pakaian, terutama kaus kaki, apabila keringat yang dirasakan sudah melebihi kondisi normal.

Hidup Sehat Read More

Mari Berkenalan dengan Pohon Pule

Di kawasan Monas bagian selatan tengah ditanami pohon baru jenis Pule, selain bermanfaat untuk meneduh dari terik cahaya matahari, pohon ini juga dikenal memiliki banyak manfaat. Segudang manfaat pohon Pule diyakini mampu untuk penghijauan. Selain itu juga menjadi pohon yang cocok sebagai pengganti Mahoni di Monas.

Pohon ini memiliki nama latin Alstonia Scholaris, merupakan jenis tanaman keras yang pada umumnya tumbuh di Pulau Jawa dan Sumatera. Pohon Pule banyak dijumpai di beberapa kawasan, seperti terbuka, bersemak, hutan campuran, hutan primer hingga hutan sekunder. Pohon ini bahkan juga bisa tumbuh di hutan jati atau pinggir ladang dengan ketinggian rata-rata 50 hingga 1.500 mdpl.

Manfaat Pohon Pule

Pohon Pule kerap dijadikan sebagai penghijauan karena memiliki banyak daun yang mengkilat, rimbun dan melebar ke samping. Karakter yang dipunyai pohon ini bisa memberikan kesejukan di tengah teriknya cahaya matahari. Selain itu, pohon ini juga dikenal sebagai obat herbal sejak jaman dahulu atau obat ayurveda.

Tonik yang terbuat dari pohon ini dapat digunakan sebagai obat penurun demam, membantu memulihkan sistem pencernaan hingga mengatasi penyakit kulit. Dengan ekstrak etanol yang dihasilkan dari pohon ini tengah diteliti secara detail, selain itu pohon Pule juga berpotensi menjadi agen anti-inflamasi yang efektif.

Lebih lanjut, ekstrak pohon ini bahkan disebut dapat mengatasi menstruasi yang terjadi tidak secara teratur atau normal. Selain itu ekstrak kayu pohon ini sudah terbukti mampu digunakan sebagai obat diare. Pohon Pule juga memiliki manfaat lain selain untuk kesehatan, yakni bisa digunakan sebagai pewarna alami.

Kulit kayu pohon ini menghasilkan warna kuning yang sangat natural, bunga-bunga pohon ini bahkan bisa menghasilkan minyak esensial dengan aroma yang menenangkan. Perlu diketahui bahwa pohon Pule pada umumnya hanya akan berbunga pada bulan Oktober. Berikut ini beberapa manfaat pohon ini bagi kesehatan tubuh.

  • Menurunkan Demam

Selain demam, berbagai penyakit seperti Malaria, sakit kepala, diare hingga tekanan darah tinggi bisa diatasi dengan obat herbal yang terbuat dari pohon Pule. Cara yang digunakan bisa dengan merebus kulit pohon selama 15 hingga 20 menit. Setelah air rebusan berkurang, saring dan kemudian tambahkan madu lalu diminum.

  • Mengurangi Nyeri

Bagian yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri pada bagian dada adalah batang pohon, setelah dicuci dengan bersih bisa langsung dikunyah bersama daun pinang, semudah itu saja untuk mengonsumsinya.

  • Penurun Gula

Daun pohon Pule juga sangat bermanfaat bagi seseorang yang menderita penyakit diabetes, daun pohon ini yang sudah dibersihkan kemudian direbus lalu air rebusan dari daun ini bisa dikonsumsi oleh penderita.

  • Meredakan Luka Bengkak

Untuk meredakan luka bengkak pada tubuh, cukup menggunakan getah pohon Pule, teteskan dan oleskan getah pada bagian tubuh yang bengkak. Atau dengan cara mengulek daun pohon atau digiling, setelah itu membalurkan pada bagian tubuh yang bengkak atau luka.

  • Bersihkan Bagian Kewanitaan

Konsumsi daun pule dengan membuatnya menjadi jus atau ditumbuk sampai halus, saring dan peras setela itu airnya diminum. Atau dengan membersihkan kulit pule, kemudian tambahkan sepotong kunyit, sedikit jahe dan separuh buah pala lalu direbus menggunakan cuka encer pada periuk tanah yang tertutup rapat, minum dalam keadaan hangat setelah mendidih.

  • Gangguan Pernapasan

Manfaat pohon Pule selanjutnya adalah untuk mengatasi gangguan pernapasan, caranya ambil beberapa bunga pohon ini kemudian rebus hingga mengeluarkan wangi yang bisa membuat seseorang menjadi rileks, bunga pohon ini memiliki harus esensial yang menenangkan termasuk untuk pernapasan.

Hidup Sehat Read More

Mengenal Trombofilia yang Diduga Jadi Penyebab Keguguran Berulang

Pembekuaan darah adalah mekanisme alami tubuh ketika terjadi pendarahan. Trombus atau bekuan darah akan terbentuk secara otomatis ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, baik itu arteri maupun vena akibat luka. Namun, dalam kasus tertentu, bekuan darah tersebut dapat terjadi secara abnormal, sehingga tak jarang dapat menyumbat pembuluh darah. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai trombofilia.

Pada dasarnya, proses pembekuan darah tersebut akan berhenti dengan sendirinya ketika tubuh sudah tidak lagi membutuhkan fibrin (benang-benang) untuk menutupi luka yang terbuka. Namun, jika proses tersebut tidak berjalan semestinya, bekuan darah malah akan menghambat aliran darah ke jaringan tubuh lain. Kondisi ini dikenal dengan trombosis.

Trombofilia diduga kuat menjadi penyebab keguguran yang terjadi secara terus menerus. Di samping itu, trombofilia juga dianggap sebagai alasan dari gagalnya prosedur bayi tabung (in vitro fertilization).

Apa yang menjadi penyebab trombofilia?

Secara garis besar, trombofilia dibagi menjadi dua: trombofilia yang diturunkan secara genetik dan trombofilia yang didapat. Masing-masing jenis trombofilia memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda.

Trombofilia yang diturunkan disebabkan oleh adanya mutasi genetik yang diturunkan dari garis keturunan, terutama orang tua. Adanya produksi abnormalitas produksi senyawa diduga dapat memicu mutasi genetik tersebut, seperti:

  • faktor V Leiden: tipe trombofilia genetik yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh jumlah faktor V Leiden yang meningkat
  • protrombin: kondisi trombofilia yang disebabkan oleh produksi protrombin (protein yang membantu proses pembekuan darah) dalam jumlah yang lebih banyak
  • protein C, S dan antithrombin: kondisi trombofilia yang disebabkan oleh menurunnya produksi senyawa alami protein C, S, dan antithrombin yang dapat mencegah pembekuan darah. Hal ini mengakibatkan proses pembekuan darah menjadi tidak terbatas.

Di lain sisi, trombofilia yang didapat pada umumnya dipicu oleh beberapa faktor spesifik, seperti:

  • Sindrom antifosfolipid
  • Kanker
  • Tirah baring akibat trauma pada tungkai, pasca operasi, atau penyakit kronis lain.

Ada atau tidaknya trombofilia pada tubuh dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan darah. Prosedur ini akan melihat kadar senyawa kimia yang bekerja untuk membekukan darah. Walaupun begitu, pemeriksaan ini tidak dapat menghasilkan data akurat penyebab pasti dari trombofilia.

Penyakit Read More

Maloklusi 

Maloklusi merupakan kondisi dimana gigi tidak tersusun dengan benar dan terlihat berantakan. Kondisi seperti ini tidak hanya mengurangi rasa percaya diri manusia, namun juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Sebagian orang yang mengalami maloklusi, membuat gigi mereka sulit dibersihkan sehingga dapat membuat gigi tanggal atau berlubang. Gigi yang tidak tersusun dengan benar juga dapat membuat manusia merasa terganggu ketika berbicara dan makan.

Meskipun maloklusi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, maloklusi dapat diatasi oleh dokter gigi yang memiliki spesialisasi dalam menangani maloklusi. Pengobatan maloklusi dilakukan agar gigi berada di posisi semula.

Gejala
Seseorang yang mengalami maloklusi bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Perubahan pada struktur wajah.
  • Kebiasaan menggigit bagian dalam mulut, khususnya lidah.
  • Rasa tidak nyaman ketika makan.
  • Gangguan pada saat berbicara seperti pelafalan.
  • Bernafas melalui mulut.

Penyebab
Maloklusi bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Faktor keturunan.
  • Gigi yang tidak tumbuh.
  • Bentuk gigi tidak normal.
  • Ukuran rahang tidak normal.
  • Memiliki bibir sumbing.
  • Memiliki celah di langit-langit mulut.
  • Kebiasaan menghisap jempol.
  • Menggunakan botol susu dalam waktu yang lama ketika berada di usia balita.
  • Penggunaan empeng.
  • Kecelakaan yang membuat tulang rahang tidak teratur atau bergeser.
  • Penanganan gigi yang tidak tepat seperti kesalahan pada pemasangan kawat gigi.
  • Gangguan pada sistem pernafasan yang membuat penderita bernafas melalui mulut.
  • Terdapat tumor di bagian mulut atau rahang.

Diagnosis
Jika Anda mengalami kondisi seperti ini, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda dengan cara berikut:

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan kepada Anda terkait dengan gejala yang Anda alami. Tidak hanya itu, dokter juga akan menanyakan kepada Anda jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu. Hal tersebut dilakukan supaya dokter dapat mengetahui penyebab maloklusi.

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan memeriksa kondisi rongga mulut Anda secara menyeluruh. Bila perlu, dokter akan membuat cetakan dari susunan gigi Anda. Langkah tersebut perlu dilakukan supaya susunan gigi Anda terlihat dengan jelas.

  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan melalui pemeriksaan rontgen gigi untuk memastikan diagnosis maloklusi.

Pengobatan
Untuk mengobati maloklusi, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan dokter:

  • Memasangkan kawat gigi supaya posisi gigi kembali seperti semula.
  • Pembentukan ulang pada gigi yang mengalami gangguan seperti pemotongan pada gigi yang terlalu besar.
  • Pencabutan gigi untuk mengatasi gigi yang saling tumpang tindih.
  • Pemasangan kawat atau plat untuk menjaga tulang rahang.
  • Operasi untuk membentuk atau memperpendek tulang rahang.

Pencegahan
Selain pengobatan di atas, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah maloklusi:

  • Menggosok gigi dua kali sehari.
  • Hindari kebiasaan menghisap jempol.
  • Melakukan pemeriksaan gigi minimal enam bulan sekali.

Berkonsultasi Dengan Dokter
Anda sangat dianjurkan untuk periksa diri ke dokter jika gigi Anda bermasalah. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan hal-hal berikut:

  • Membuat daftar gejala yang Anda alami.
  • Mencatat riwayat medis yang pernah Anda alami.
  • Mencari informasi jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat maloklusi.
  • Membuat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter gigi.
  • Meminta teman atau anggota keluarga untuk mendampingi Anda bila perlu.

Selama Anda berkonsultasi, dokter juga akan menanyakan kepada Anda terkait dengan maloklusi seperti:

  • Kapan maloklusi bisa terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sudah berapa lama gejala tersebut terjadi?

Kesimpulan
Maloklusi merupakan salah satu gangguan medis yang serius dimana kondisi tersebut perlu segera diobati. Meskipun dapat memicu berbagai masalah pada tubuh, maloklusi bisa diobati dan dicegah dengan cara-cara di atas.

Hidup Sehat Read More

5 Cara Untuk Merangsang Bayi Merangkak

Sebagian besar orang tua merasa bahwa buah hati mereka tiba-tiba sudah lincah bergerak. Antara usia 8-10 bulan, umumnya bayi sudah mulai merangkak. Kebanyakan mulai dapat berjalan di usia satu tahun.

Masa-masa bayi merangkak dan belajar berjalan adalah masa di mana bayi perlu terus didampingi. Sebab bayi mungkin merangkak di area tertentu dan terkena benda yang dapat melukainya.

Ketika bayi mulai bisa mengangkat dan menyeimbangkan tubuhnya, itulah tanda bayi mulai siap merangkak. Bayi juga mulai terlihat mahir melakukan push up kecil dengan menggerakan badannya ke depan dan belakang, meski masih diam di tempat.

Setiap anak memiliki timeline masing-masing, begitu juga waktu bayi merangkak. Akan sangat bervariasi waktunya pada setiap anak. Meski demikian, tidak ada salahnya memberikan stimulus kepada si buah hati. Di bawah ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Sering melakukan tummy time

Bayi umumnya sudah mulai bisa melakukan tengkurap atau tummy time sejak usia awal-awal kelahirannya. Gerakan tengkurap ini akan membuat otot leher, punggung, dan bahu bayi menjadi kuat. Nantinya, gerakan ini akan menyiapkan bayi merangkak

Jadi, biasakanlah untuk membiarkan bayi banyak tengkurap di siang hari. Namun, pastikan si kecil tidur dalam posisi telentang.

2. Lakukan ‘push-up’

Meski jauh dari sempurna, bayi sering kali meniru gerakan-gerakan orang tuanya. Maka, dalam rangka merangsang bayi merangkak, lakukanlah push-up di hadapan si kecil.

Dalam level dan gerakannya sendiri, bayi akan meniru gerakan push-up tersebut. Anda juga dapat memberikan bantuan atau topangan di bagian dada bayi. Hal ini akan menjadi stimulus agar bayi merangkak. 

3. Tempatkan mainan di tempat yang agak tinggi

Ketika Anda merasa si kecil tengah bersiap-siap untuk merangkak, cobalah tempatkan mainan sedikit di atas lantai. Bisa di sofa atau meja, yang pasti masih harus dalam radius pandangan mata bayi.

Bayi akan terdorong untuk melihat ke atas, mengangkat kepala, dan mendorong ke atas tangan dan lututnya, dalam upaya untuk menjangkau mainan tersebut. Nantinya, gerakan ini akan mendorongnya bergerak ke arah mainan dalam gerakan merangkak.

4. Lebih banyak bermain di lantai

Ragam perlengkapan untuk membuat bayi anteng bermain memang sangat menggoda bagi orang tua. Sebab selama bayi ditempatkan di ayunan atau baby walker, harapannya orang tua dapat mengerjakan hal lain atau beristirahat sejenak.

Akan tetapi, menempatkan bayi bermain di lantai lebih cepat untuk untuk membuat bayi merangkak. Bayi dengan rasa ingin tahu yang dimilikinya cenderung banyak mengeksplorasi lingkungan sekitar saat ditempatkan di lantai. Tentu Anda tidak dapat membiarkannya bermain sendiri. Demi keselamatannya, si kecil perlu diawasi selama bermain di lantai.

5. Tempatkan mainan agak jauh dari jangkauan si kecil

Apabila ada mainan favorit, gunakanlah mainan tersebut untuk menarik perhatian si kecil. Tempatkan mainan agak jauh dari jangkauannya dan dorong bayi untuk bergerak menjangkau mainan tersebut.

Saat si kecil mulai berhasil mendekati mainan tersebut, pindahkan kembali mainan ke posisi yang agak jauh dari jangkauannya. Cara ini akan merangsang bayi merangkak ke arah mainan. Jika akhirnya buah hati Anda berhasil mencapai mainan tersebut, berikan reward dengan membiarkannya bermain.

Usia 8-10 bulan dinyatakan sebagai usia rata-rata bayi merangkak. Hal ini berdasarkan informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Apabila buah hati Anda telah mencapai usia tersebut dan telah diberikan stimulus, tetapi tidak juga menunjukkan tanda akan merangkak, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Perenting Read More