Tak Hanya Beras Putih, Inilah Cara Membuat Masker Beras Merah!

Tak Hanya Beras Putih, Inilah Cara Membuat Masker Beras Merah!

Mayoritas orang sudah mengetahui manfaat beras merah untuk kesehatan dengan cara dikonsumsi sehari-hari. Namun, masih sedikit yang mengetahui manfaatnya sebagai masker perawatan kulit wajah. Selama ini masker beras yang banyak dikenal berasal dari beras putih. Faktanya, beras merah ternyata juga bisa dijadikan sebagai masker.

Manfaat beras merah untuk kulit wajah

Beberapa tahun belakangan, beras merah sering dijadikan campuran kosmetik atau skincare. Klaim utamanya adalah untuk melawan penuaan. Namun, ternyata terdapat juga beberapa manfaat lainnya. 

  1. Memiliki efek anti-aging

Sebuah penelitian menunjukkan ekstrak beras merah memiliki kandungan senyawa proanthocyanidin, katekin, dan oryzanol sebagai komponen bioaktif yang dapat melawan zat penyebab penuaan. Proanthocyanidin merupakan antioksidan beras merah yang ditunjukkan oleh pigmen berwarna merah kecoklatan. Oleh karena itu, efek antioksidan beras merah terbukti lebih tinggi dibandingkan beras putih. 

Selain dikonsumsi sebagai makanan, manfaat anti anti-aging beras merah  bisa juga didapatkan melalui perawatan topikal atau perawatan yang berasal dari luar seperti krim, obat oles, masker 

  1. Mengurangi reaksi terbakar akibat sinar UV

Sinar UV menjadi ancaman nyata terutama bagi masyarakat yang hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Beras merah mampu mengurangi reaksi kulit terbakar dan hiperpigmentasi akibat sinar UV. Namun, perlindungan itu saja tidak cukup. Anda perlu mengaplikasikan penggunaan sunscreen dengan SPF yang sesuai saat keluar rumah.

  1. Menjaga kelembapan wajah

Sebuah studi menunjukkan bahwa senyawa proanthocyanidin dan katekin pada beras merah meningkatkan pembentukan hyaluronic acid di kulit. Hyaluronic acid berfungsi melembabkan dan menghidrasi kulit wajah. Hyaluronic acid berguna terlebih bagi Anda yang memiliki kulit kering. 

  1. Memiliki efek anti-inflamasi

Anti-inflamasi pada ekstrak beras merah mengurangi tingkat keparahan kulit berjerawat. Inflamasi yang diakibatkan proses menumpuknya sebum dan bakteri jerawat menyebabkan kulit bengkak dan kemerahan. Selain itu, anti-inflamasi juga berfungsi mengurangi kulit kemerahan akibat terbakar sinar UV. 

Cara membuat masker beras merah

Beras merah bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan alami lainnya sesuai dengan kebutuhan kulit. Pengaplikasiannya yang rutin dan teratur akan memberikan hasil maksimal. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan alat dan bahan yang akan Anda gunakan. 

  1. Air rendaman beras merah

Air rendaman yang biasanya dibuang, ternyata bisa Anda gunakan sebagai masker. Langkah-langkah membuatnya adalah:

  • Siapkan air rendaman beras merah 
  • Siapkan tisu atau kertas masker wajah polos dan rendam selama 10 menit ke dalam air beras merah
  • Tempelkan masker selama 15 menit
  1. Beras merah dan madu

Madu memiliki efek anti-inflamasi dan melembabkan wajah. Berikut cara-cara membuat masker beras merah dan madu.

  • Sediakan 3 genggam beras merah dan 1 sdm madu
  • Rendam beras merah dalam waktu semalam
  • Tumbuk beras merah dan campurkan dengan madu
  • Oleskan ke wajah sambil pijat lembut
  • Tunggu 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat
  1. Beras merah dan tomat

Tomat dipercaya mampu mengecilkan pori-pori wajah dan mencerahkan kulit. Inilah cara membuat masker beras merah dan tomat.

  • Siapkan beras merah buah tomat merah segar 
  • Tumbuk beras merah dan blender tomat
  • Campurkan keduanya hingga berbentuk pasta
  • Pijat lembut ke wajah dan biarkan sampai masker mengering
  • Bilas dengan air bersih

Informasi di atas menginformasikan manfaat masker beras merah dan cara-cara pembuatannya. Efektivitas masker tersebut tergantung pada frekuensi pemakaian dan respon yang ditimbulkan masing-masing kulit. Tak hanya lewat luar tubuh, kesehatan kulit wajah juga harus ditunjang melalui pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Kulit dan Kecantikan Read More

Cara Menghilangkan Milia, Coba lakukan Hal Ini!

Apakah Anda memiliki benjolan kecil putih di sekitaran wajah Anda? Dan, apakah Anda merasa tidak nyaman dengan hal tersebut? Mungkin benjolan tersebut adalah milia, yang dapat membuat seseorang merasa kurang percaya diri dengan penampilannya tersebut. Bahkan mereka akan melakukan berbagai cara menghilangkan milia

Milia merupakan benjolan putih kecil yang sering muncul pad hidung, dagu, atau pipi bayi. Meskipun begitu, bukan tidak mungkin milia pun terjadi pada orang dewasa., dan tentu saja dapat terjadi pada siapa saja dengan segala usia.

Apa itu Milia?

Milia sering kali disalahartikan sebagai komedo putih atau jerawat, karena bisa berawarna putih dan kekuningan. Milia merupakan benjolan kecil atau kista yang berisi keratin pada permukaan kulit. Berbeda dengan jerawat, milia berisi keratin yang keras, bukan sebum cair ataupun bakteri, serta tidak dapat dikeluarkan dengan mudah. Benjolan keratin ini disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati dan sebum alias minyak alami kulit Anda.

Penyebab milia

Salah satu penyebab milia adalah tidak membersihkan kulit wajah Anda dengan baik. Pasalnya, sangat penting untuk membersihkan kulit dua kali sehari dengan benar, untuk mengangkat sel kulit mati, sebum ekstra, dan produk kecantikan lainnya. Jadi, pastikan Anda menghapus riasan dengan pembersih yang lembut sebelum Anda tidur.

Krim wajah yang kental pun dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan menyebabkan munculnya milia. Dokter muit merekomendasikan untuk menggunakan pelembab berbahan dasar air yang ringan. Lalu bagaimana cara menghilngkan milia?

Cara menghilangkan milia

  1. Eksfloasi

Atau pengelupasan sel kulit mati adalah salah satu cara untuk menghilangkan milia. Penggunaan asam alfa hidroksi (seperti asam glikolat atau laktat) secara teratur akan membantu membersihkan sel kulit mati, dan asam salisilat/asam beta hidroksi akan memabntu menurunkan produksi minyak Anda. Dalam kombinasi tersebut dapat memabntiu mengendalikan milia.

Mulailah dengan produk yang mengandung hal tersebut secara perlahan dan dengan kandungan yang yang rendah, sehingga tidak mengiritasi kulit Anda. Gunakan sekali atau dua kali dalam seminggu terlebih dahulu untuk kemudian ditingkatkan lebih sering lagi penggunaannya.

Di awal pemakaian mungkin aakan ada pengelupasan di sekitar area mata, dan hal tersebut sangat baik dalam mengelola milia. Karena milia serin gsekali muncul di dekat area mata.

  • Gunakan retinol

Retinol dapat sangat memabntu dalam mencegah dan mengobati milia. Hal ini dikarenakan retinol dapat meningkatkan pergantian sel kulit dan karena itu membantu membawa sel  kulit ke permukaan untuk mencegah pembentukan milia.

Namun, jangan gunakan retinol pada kelopak mata atas Anda, karena dapat menyebabkan iritasi. Juga jangan menggunakan retinol jika Anda sedang hamil atau menyusui.

  • Buatlah janji dengan dokter

Jika kedua cara di atas belum juga berhasil, maka cara terbaik adalah membuat janji dengan dokter kulit Anda. Jangan pernah memencet milia di rumah menggunakan apapun. Pasalnya, ada lapisan tipis kulit yang menutupi, jadi jika tidak bisa keluar, maka Anda berisiko mengalami jaringan parut.

Dokter kulit Anda mungkin akan memilih elektridesikasi (membakar milia menggunakan alat kedokteran) untuk mengobati milia Anda. Bagaimana pun, perawatan ini harus Anda lakukan selama beberapa kali untuk mencegah terjadinya jaringan parut.

Semoga beberapa cara menghilangkan milia di atas bisa berhasil Anda lakukan. Untuk tahap awal mencegah terjadiny amilia adalah dengan rajin mencuci muka sebelum Anda tidur, dan jangan pernah tidur menggunakan riasan. Hal ini bisa menjadi pencetus terjadinya milia pada wajah Anda.

Hidup Sehat Read More

Hati-Hati, Gejala Covid-19 Happy Hypoxia

Nyaris sudah delapan bulan semenjak China mengumumkan adanya virus corona yang menyebar melalui pecikan air liur saat seseorang batuk atau bersin, ada sebuah gejala baru dari pasien Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan. Dan ini membuat Anda harus berhati-hati.

happy hipoxia

Para dokter memperhatikan tren yang sedang terjadi yaitu happy hypoxia sebagai salah satu gejala baru dari infeksi virus ini. Happy hypoxia adalah kondisi yang muncul ketika kadar oksigen pada tubuh seseorang menurun drastis. Umumnya, kondisi ini akan menimbulkan gejala sesak napas, batuk-batuk, detak jantung sangat cepat, serta napas yang berbunyi.

Happy hypoxia pembunuh diam-diam

Kondisi ini di mana tingkat saturasi oksigen darah yang mendekati normal lebih dari 90%, dengan tingkat normal pada angka 94-100%. Jika pasien tercatat memiliki angka yang lebih rendah dari angka tersebut, otak  mungkin tidak akan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan sehingga bisa menyebabkan kelelahan dan kebingungan, dan, jika levelnya turun ke 80-an, hal tersebut dapat merusak organ vital bahkan bisa menyebabkan kematian.

Yang lebih mengerikan seorang pasien Covid-19 yang menderita hipoksia terlah terdeteksi bahwa paru-parunya berisi cairan atau nanah, tetapi pasien tersebut tidak merasakan apapun, bahkan kesulitan bernapas pun tidak.

Kondisi tersebut membuat bingung beberapa dokter, karena pasien tidak merasakan gejala apapun. Bahkan pada beberapa kasus pasien merasa nyaman saat dokter memasukkan selang pernapasan yang menghubungkan pasien dengan ventilator. Padahal pada kondisi tersebut adalah masa berbahaya dan bisa saja menyebabkan kematian.

Jadi secara diam-diam pasien akan mengalami kerusakan pada paru-parunya. Padahal tubuh kita telah dirancang untuk merespon bahaya dengan sinyal perlindungan yang tepat untuk memperingatkan kita jika ada sebuah ancaman, namun tidak pada gejala ini.

Jika dokter dapat mengenali gejala tersebut sejak dini, tentu hal ini dapat diobati dengan melakukan terapi oksigen (melalui selang hidung, masker wajah, ataupun selang yang ditempelkan pada tenggorokan.

Pencegahan

Untuk mencegah happy hypoxia, kerusakan paru-paru yang menyebabkannya harus dicegah terlebih dahulu. Dengan cara melakukan pemantauan oksigen dalam tubuh menggunakan alat oksimeter denyut yang dapat membantu mendeteksi kadar oksigen yang rendah.

Skrining oksimetri nadi secara luas digunakan pada pasien Covid-199 dengan pneumonia, jadi dapat memberikan peringatan dini terhadap gejala lain.

Dampak happy hypoxia pada tubuh

Dokter mengatakan bahwa gejala ini tidak menunjukkan gejala apapun apda tubuh. Namun, pada akhirnya pasien akan mengalami sesak napas dan bisa mengnyebabkan gagal napas hingga kematian.

Apa penyebab hypoxia?

Ada beberapa hipotesis yang menyebabkan hypoxia pada pasien Covid-19, beberapa dokter mengira bahwa terjadinya pembekuan darah di paru-paru yang memicu protein dan mencegah darah mendapatkan oksigen yang diperlukan.

Hal lain yang bisa jadi penyebabnya adalah adanya penurunan oksigen yang lambat namun stabil pada pasien aklimatisasi yang mengurangi oksigen tanpa menyadarinya. Akan tetapi sampai saat ini masih belum diketahui penyebab pastinya.

Yang jelas dari happy hypoxia adalah dapat menyebabkan sesak napas secara tiba-tiban, namun pada saat itu kerusakan paru-paru sudah semakin parah sehingga menambah tekanan pada tubuh untuk berjuang melawan virus corona.

Hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah happy hypoxia adalah dengan memantau dan mendeteksi dini dengan menggunakan oksimeter denyut nadi yang telah disampaikan di atas. Diharapkan dengan alat tersebut kita dapat mengetahui lebih awal gejala hypoxia yang mematikan ini.

Hidup Sehat Read More