5 Cara Untuk Merangsang Bayi Merangkak

Sebagian besar orang tua merasa bahwa buah hati mereka tiba-tiba sudah lincah bergerak. Antara usia 8-10 bulan, umumnya bayi sudah mulai merangkak. Kebanyakan mulai dapat berjalan di usia satu tahun.

Masa-masa bayi merangkak dan belajar berjalan adalah masa di mana bayi perlu terus didampingi. Sebab bayi mungkin merangkak di area tertentu dan terkena benda yang dapat melukainya.

Ketika bayi mulai bisa mengangkat dan menyeimbangkan tubuhnya, itulah tanda bayi mulai siap merangkak. Bayi juga mulai terlihat mahir melakukan push up kecil dengan menggerakan badannya ke depan dan belakang, meski masih diam di tempat.

Setiap anak memiliki timeline masing-masing, begitu juga waktu bayi merangkak. Akan sangat bervariasi waktunya pada setiap anak. Meski demikian, tidak ada salahnya memberikan stimulus kepada si buah hati. Di bawah ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Sering melakukan tummy time

Bayi umumnya sudah mulai bisa melakukan tengkurap atau tummy time sejak usia awal-awal kelahirannya. Gerakan tengkurap ini akan membuat otot leher, punggung, dan bahu bayi menjadi kuat. Nantinya, gerakan ini akan menyiapkan bayi merangkak

Jadi, biasakanlah untuk membiarkan bayi banyak tengkurap di siang hari. Namun, pastikan si kecil tidur dalam posisi telentang.

2. Lakukan ‘push-up’

Meski jauh dari sempurna, bayi sering kali meniru gerakan-gerakan orang tuanya. Maka, dalam rangka merangsang bayi merangkak, lakukanlah push-up di hadapan si kecil.

Dalam level dan gerakannya sendiri, bayi akan meniru gerakan push-up tersebut. Anda juga dapat memberikan bantuan atau topangan di bagian dada bayi. Hal ini akan menjadi stimulus agar bayi merangkak. 

3. Tempatkan mainan di tempat yang agak tinggi

Ketika Anda merasa si kecil tengah bersiap-siap untuk merangkak, cobalah tempatkan mainan sedikit di atas lantai. Bisa di sofa atau meja, yang pasti masih harus dalam radius pandangan mata bayi.

Bayi akan terdorong untuk melihat ke atas, mengangkat kepala, dan mendorong ke atas tangan dan lututnya, dalam upaya untuk menjangkau mainan tersebut. Nantinya, gerakan ini akan mendorongnya bergerak ke arah mainan dalam gerakan merangkak.

4. Lebih banyak bermain di lantai

Ragam perlengkapan untuk membuat bayi anteng bermain memang sangat menggoda bagi orang tua. Sebab selama bayi ditempatkan di ayunan atau baby walker, harapannya orang tua dapat mengerjakan hal lain atau beristirahat sejenak.

Akan tetapi, menempatkan bayi bermain di lantai lebih cepat untuk untuk membuat bayi merangkak. Bayi dengan rasa ingin tahu yang dimilikinya cenderung banyak mengeksplorasi lingkungan sekitar saat ditempatkan di lantai. Tentu Anda tidak dapat membiarkannya bermain sendiri. Demi keselamatannya, si kecil perlu diawasi selama bermain di lantai.

5. Tempatkan mainan agak jauh dari jangkauan si kecil

Apabila ada mainan favorit, gunakanlah mainan tersebut untuk menarik perhatian si kecil. Tempatkan mainan agak jauh dari jangkauannya dan dorong bayi untuk bergerak menjangkau mainan tersebut.

Saat si kecil mulai berhasil mendekati mainan tersebut, pindahkan kembali mainan ke posisi yang agak jauh dari jangkauannya. Cara ini akan merangsang bayi merangkak ke arah mainan. Jika akhirnya buah hati Anda berhasil mencapai mainan tersebut, berikan reward dengan membiarkannya bermain.

Usia 8-10 bulan dinyatakan sebagai usia rata-rata bayi merangkak. Hal ini berdasarkan informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Apabila buah hati Anda telah mencapai usia tersebut dan telah diberikan stimulus, tetapi tidak juga menunjukkan tanda akan merangkak, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Perenting

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*