Ada Obat Pilek Bayi yang Aman, tetapi….

Pilek dengan ragam gejala dan penyakit turunannya memang mudah sekali menjangkiti manusia, termasuk bayi. Apalagi, anak bayi sistem kekebalan tubuhnya belum begitu matang sehingga menjadi sasaran yang empuk diserang oleh penyebab pilek itu. Namun, penyembuhan pilek pada bayi memang sedikit tricky. Sebab, penggunaan obat pilek bayi disebut-sebut tidak aman.

Dalam dunia medis, batuk dan pilek pada bayi dikenal dengan istilah common cold. Kondisi ini wajar, meski kadang orangtua terlampau khawatir sehingga memaksakan pemberian obat kepada anaknya. Masalahnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyarankan obat batuk pilek tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah empat tahun, termasuk pada bayi. Dengan begitu, penggunaan obat secara bebas (tanpa resep dokter) amat riskan bagi kesehatan si bayi.

Akan tetapi, dirangkum dari beberapa sumber, sebenarnya ada beberapa obat yang boleh dan bisa saja diberikan untuk meredakan pilek pada bayi. Namun, kembali lagi, semuanya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Nah, apa saja ragam obat pilek bayi yang dimasud? Berikut ulasannya:

  1. Cairan Saline atau Semprotan Hidung

Cairan saline adalah larutan air garam yang digunakan untuk melembapkan saluran pernapasan dan melunakkan lendir (ingus). Setelah ingus melunak, sedot cairan pada hidung bayi dengan alat sedot ingus.

Jika digunakan dengan tepat, semprotan hidung seringkali jadi obat flu bayi yang aman dan efektif. Obat pilek bayi ini bisa dibeli di toko obat atau apotek terdekat tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda membaca dengan teliti cara penggunaannya.

Jika Anda tidak memahami cara pakainya atau ragu-ragu untuk menggunakannya, jangan ragu bertanya langsung pada apoteker. Bila perlu, Anda juga bisa konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan semprotan hidung.

  • Paracetamol

Demam dan sakit kepala merupakan gejala penyerta pilek yang paling sering dialami bayi dan anak-anak. Untuk meredakan demam, Anda bisa menggunakan paracetamol. Paracetamol tersedia dalam banyak varian, tapi khusus untuk bayi dan anak-anak berikan yang versi sirup.

Paracetamol dijual bebas tanpa perlu menebus resep dokter. Namun, penting untuk dipahami bahwa obat pilek ini hanya boleh diberikan pada bayi usia tiga bulan ke atas. Selain itu, selalu perhatikan dosis yang akan diberikan untuk si kecil. Terlalu banyak paracetamol bisa menyebabkan masalah pada hati.

Oleh karena itu, jangan berikan pada bayi lebih dari dosis yang dianjurkan dokter atau dari aturan pakai yang ada di label kemasan.

Namun, secara umum, paracetamol bisa membahayakan jika diberikan pada:

  • Anak di bawah usia dua bulan
  • Anak yang punya masalah hati atau ginjal
  • Anak yang sedang minum obat epilepsi
  • Anak yang sedang minum obat TBC

Paracetamol jarang sekali menimbulkan efek samping jika diberikan dalam dosis yang tepat. Meski begitu, obat pereda nyeri ini bisa bereaksi negatif dengan obat-obatan lain. Jadi, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikannya pada bayi Anda.

  • Ibuprofen

Ibuprofen juga masuk dalam daftar obat pilek bayi. Jika digunakan dalam dosis yang tepat, obat ini dapat embantu mengurangi gejala demam, pilek, dan nyeri pada tubuh anak. Selain meredakan nyeri dan menurunkan demam, obat ini juga mampu mengatasi peradangan di dalam tubuh.

Ibuprofen memiliki kekuatan yang berbeda sesuai dengan dosisnya. Itu sebabnya, dokter umumnya akan meresepkan dosis obat sesuai dengan usia anak. Untuk anak, ibuprofen biasanya diberikan 3 sampai 4 kali sehari dengan jeda 4 sampai 6 jam setiap dosisnya. Sayangnya, obat pilek ini hanya boleh diberikan pada bayi usia enam bulan ke atas. Pasalnya, ibuprofen termasuk obat yang lebih kuat dari paracetamol.

Ibuprofen bisa menyebabkan efek samping ringan seperti sakit perut, gangguan pencernaan, dan mulas. Biasanya, efek ibuprofen bisa dirasakan 20 sampai 30 menit setelah diminum.

Sebaiknya Anda tidak memberikan obat ini apabila bayi Anda alergi terhadap ibuprofen, sedang mengalami cacar hati, dan punya riwayat penyakit asma, masalah hati atau ginjal, serta penyakit radang usus seperti Crohn atau kolitis ulseratif.

***

Jika Anda masih ragu dengan obat-obatan yang disebut di atas, Anda tak perlu khawatir. Sebab batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi.

Lagi pula, common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.

Jika Anda merasa khawatir, periksakan bayi Anda ke dokter terdekat. Dokter akan mengidentifikasi masalah kesehatan di tubuh bayi yang membuatnya terserang batuk maupun pilek. Jika dirasa perlu, mungkin dokter juga akan memberikan obat pilek bayi untuk membantu kesembuhan buah hati Anda.

Hidup Sehat Read More

6 Kondisi Ini Enyah Berkat Manfaat Air Kelapa Tua

Selama ini kita hanya mengenal air kelapa muda atau air kelapa hijau untuk mengatasi beragam masalah dalam tubuh. Air kelapa tua biasanya tak pernah dilirik sama sekali. Namun, ternyata manfaat air kelapa tua tak kalah dibanding air kelapa muda, lho!

Nah, di bawah ini ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan jika Anda mengonsumsi air kelapa tua. Penasaran? Mari simak ulasannya:

  1. Mengendalikan Kadar Kolesterol

Bagi penderita kolesterol, makanan bersantan menjadi pantangan tersendiri. Pasalnya, santan bisa membuat masalah itu tambah pelik. Namun, Anda tak perlu pusing memikirkan masalah kolesterol Anda lantaran dari sumber yang sama bisa menjadi penangkalnya.

Konsumsilah air kelapa tua. Air kelapa tua kaya akan omega 3 serta omega 6, yang mana senyawa tesebut mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga rutin mengonsumsi air kelapa tua bisa menjadi terapi yang bagus dan murah bagi penderita kolesterol ataupun untuk mencegah tubuh terserang kolesterol.

  • Ampuh Redakan Panas Dalam

Air kelapa tua juga bisa digunakan untuk mengatasi panas dalam serta tubuh yang kedinginan akibat cuaca yang terlampau dingin hingga masuk angin. Ini dikarenakan air kelapa tua mengandung energi panas dan dingin yang seimbang dan lebih baik ketimbang air kelapa muda.

  • Pertolongan Pertama Terhadap Kolera

Kolera merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri vibrio cholerae. Dampak dari penyakit ini adalah diare berat, perut sering terasa mual, serta muntah yang terus-menerus. Kondisi ini pada akhirnya bisa berujung pada dehidrasi berat.

Air kelapa tua bisa dijadikan sebagai pertolongan pertama untuk mengobati pasien kolera. Ini lantaran air kelapa tua kaya akan elektrolit yang mampu mengembalikan cairan serta ion yang hilang bersama urin dan feses, menjaga keseimbangan pH dalam tubuh, serta membawa nutrisi pada setiap bagian sel. Meskipun demikian, pasien kolera tetap harus segera mendapatkan perawatan medis ya.

  • Merawat Kulit

Air kelapa tua mengandung asam laurat dan sitokin yang bermanfaat dalam menjaga jaringan kulit tetap kuat dan sehat serta menyeimbangkan pH. Karena kulit kamu dalam keadaan sehat, sudah pasti akan tehindar dari berbagai masalah yang membuat kulit tampak tua dan kurang terawat.

  • Lawan Dehidrasi

Air merupakan salah satu komponen terbesar dalam tubuh yang memiliki peranan penting bagi kesehatan seperti mengatur suhu tubuh, produksi sel, transportasi nutrisi, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting sekali untuk memastikan bahwa kamu selalu mendapat asupan air yang pas bagi tubuh. Kendati demikian, banyak juga orang yang tak bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh entah karena tidak sempat ataupun lupa.

Sebagai solusinya, kamu bisa mengonsumsi air kelapa tua setiap hari. Karena air kelapa tua kaya akan elektrolit yang mampu mengembalikan cairan tubuh serta mudah diserap. Selain itu, elektrolit yang terkandung dalam air kelapa tua juga bermanfaat dalam menjaga kinerja berbagai organ dalam tubuh.

  • Jaga Kesehatan Pencernaan

Seperti yang telah disinggung di atas, air kelapa tua baik untuk masalah pencernaan. Selain mengatasi kolera, masalah pencernaan lain seperti konstipasi merupakan hal umum yang kerap dialami orang-orang, khususnya mereka yang sering ngemil tetapi jarang makan sayur dan buah. Hal ini terjadi lantaran berbagai makanan tersebut tidak mengandung serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Tapi jangan khawatir, saat perutmu tidak nyaman akibat konstipasi. Segera cari buah kelapa tua dan minum airnya. Air kelapa tua mengandung serat dalam jumlah yang melimpah sehingga bisa menjadi solusi instan untuk mengatasi masalah kesulitan buang air besar yang sedang kamu alami.

***

Jika sudah mengetahui mengenai manfaat air kelapa tua untuk kesehatan, tak ada salahnya untuk mulai mengonsumsinya secara rutin. Yang pasti, meski kaya akan manfaat, jangan pernah mengonsumsi secara berlebihan, ya!

Hidup Sehat Read More