Jangan Panik, Atasi Tengkuk Sakit dengan Cara Berikut!

Pernahkah Anda kelamaan duduk lalu tiba-tiba tengkuk Anda menjadi sakit? Tengkuk sakit atau sakit leher termasuk kondisi yang sering terjadi dan dialami oleh para pekerja, terutama yang bekerja di depan komputer. Meskipun bukan kondisi yang serius, tapi tengkuk sakit bisa membuat Anda tidak nyaman dan mengganggu aktivitas yang sedang Anda kerjakan.

Tengkuk sakit bisa pula mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu, seperti masalah pada jantung atau kerongkongan jika terjadi setelah Anda makan. Maka dari itu, sakit leher yang tak kunjung hilang dan terjadi secara terus-menerus sebaiknya diperiksakan oleh dokter untuk memastikan kondisi tubuh Anda.

Penyebab tengkuk sakit.

Tengkuk sakit dapat disebabkan oleh gangguan pada otot, tulang, saraf, dan pembuluh darah di sekitar leher. Selain itu, sakit leher dapat terjadi karena kelainan pada postur tubuh atau cedera leher, seperti whiplash dan jatuh. Tengkuk sakit juga dapat muncul akibat kondisi tertentu, seperti:

  1. Nyeri otot.

Otot leher dan bahu yang sakit dapat terjadi sebagai respons tubuh kelelahan, stres fisik, atau emosional. Nyeri otot ini bisa menjalar ke bagian leher, sehingga menyebabkan tengkuk sakit.

  • Otot kaku dan tegang.

Otot leher bisa saja tiba-tiba mengalami kekakuan dan ketegangan. Leher Anda akan terasa sakit, bahkan mungkin tidak bisa menoleh. Jika Anda bangun tidur dengan kondisi tengkuk sakit, kemungkinan besar itu karena otot kejang. Penyebabnya bisa karena cedera otot, tulang belakang atau saraf, dan stres.

  • Sakit kepala.

Sakit kepala yang berhubungan dengan leher biasanya akibat dari ketegangan atau kejang otot. Sering kali, sakit kepala ini membuat tengkuk sakit atau leher terasa kaku. Berusaha menggerakkan leher Anda hanya akan membuatnya menjadi lebih buruk.

  • Nyeri sendi facet.

Nyeri sendi facet merupakan rasa nyeri pada bagian tulang belakang leher. Biasanya, akan memburuk jika Anda mencondongkan kepala ke bagian leher yang nyeri dan dapat menjalar hingga ke bahu atau punggung atas.

  • Nyeri saraf.

Saraf tulang belakang yang mengalami iritasi akan menimbulkan rasa sakit yang mungkin parah atau disertai kesemutan. Gejala ini juga bisa menyebabkan tengkuk sakit. Bergantung pada saraf yang terlibat, rasa sakit pun bisa menjalar hingga ke lengan atau tangan.

  • Kondisi kesehatan tertentu.

Tengkuk sakit juga dapat dipicu oleh masalah di bagian tubuh lainnya, seperti sakit leher yang memburuk saat beraktivitas dapat mengindikasikan adanya masalah pada jantung. Adapun tengkuk sakit setelah Anda makan bisa menjadi pertanda adanya masalah pada kerongkongan.

  • Sakit tulang.

Nyeri tulang sebenarnya lebih jarang terjadi dibandingkan sakit leher atau tengkuk sakit. Nyeri atau sakit pada tulang perlu penanganan medis lebih lanjut, karena mungkin menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Cara mengatasi dan mencegah tengkuk sakit.

Beberapa hal dapat Anda lakukan untuk meredakan rasa sakit pada leher, seperti:

  • Menggerakkan kepala secara perlahan-lahan.
  • Kompres bagian leher yang sakit dengan kantong es atau handuk hangat.
  • Berendam atau mandi dengan air hangat.
  • Pijat leher.
  • Oleskan balsam.
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, sesuai dengan dosis dan petunjuk minumnya.

Untuk mencegah tengkuk sakit ini terjadi kembali dan terus-menerus, perlu dilakukan tindakan pencegahan. Tujuannya untuk membantu mencegah sakit leher dan menjaga agar posisi kepala tetap berada di atas tulang belakang. Beberapa hal yang patut Anda coba adalah:

  • Pastikan postur tubuh dalam keadaan baik, yaitu bahu lurus di atas pinggul dan telinga tepat di atas bahu saat duduk atau berdiri.
  • Cukup istirahat dan jangan sampai tubuh terlalu lelah bekerja.
  • Posisikan meja, kursi, dan komputer sejajar dengan mata. Lutut sedikit lebih rendah dari pinggul. Bila perlu, gunakan kursi yang ada sandaran tangannya.
  • Hindari menyelipkan telepon di antara telinga dan bahu saat Anda berbicara.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Hindari membawa tas berat yang disandang di bahu.
  • Tidur dalam posisi yang baik, yaitu kepala dan leher sejajar dengan tubuh. Gunakan bantal kecil di bawah leher. Anda juga bisa tidur telentang dengan paha ditinggikan di atas bantal. Hal ini juga membantu untuk meratakan otot tulang belakang Anda.

Tengkuk sakit yang tak kunjung mereda bisa saja mengindikasikan adanya sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh. Jika tengkuk sakit berlangsung lama, bahkan lebih dari seminggu, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi tubuh Anda. Jadi, penanganan yang tepat bisa segera diberikan oleh dokter jika memang ditemui adanya masalah kesehatan.

Penyakit Read More

Cara Mengempeskan Jerawat Batu Sendiri dengan Aman

Jerawat batu yang timbul di kulit wajah memang kerap menjengkelkan dan dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Sebagain besar jerawat terbentuk ketika sel-sel kulit mati, minyak dan bakteri yang menutupi pori-pori. Hal ini menyebabkan terjadinya infeksi bakteri sehingga timbul peradangan di bawah kulit, yang kemudian memunculkan benjolan radang seperti nodul dan kista. Salah satu jenis kerawat yang paling sulit diatasi adalah jerawat batu.

Jerawat batu dapat disebabkan karena infeksi yang terjadi pada lapisan lebih dalam dan kondisi peradangan lebih parah dari jerawat biasa. Hal ini dapat menyebabkan jerawat batu lebih besar, lebih keras, dan lebih susah dihilangkan. Sering kali jerawat batu muncul tanpa memiliki mata jerawat. Hal ini dapat menyebabkan jerawat semakin lama matang dan semakin sulit untuk mengempeskan jerawat batu tersebut.

Tips mengempeskan jerawat batu sendiri

Cara mengempeskan jerawat batu tergantung pada tingkat keparahannya, jerawat batu dapat diobati diobati di rumah atau dengan bantuan dokter kulit. Cara mengempeskan jerawat batu yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan cara berikut ini:

  • Pemberian krim dan salep

Dikutip dari Medical News Today, Akademi Kedokteran Kulit Amerika Serikat (AAD) merekomendasikan penggunaan krim atau salep yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, dan sulfur. Beberapa jenis salep kulit dijual bebas tanpa resep dan bisa didapatkan di apotek atau toko obat.

  • Kompres hangat

Kompres hangat berfungsi melunakkan permukaan bintil jerawat. Hal ini memungkinkan nanah dapat muncul ke permukaan sehingga jerawat batu dapat lebih cepat sembuh.

  • Kompres dengan es

Selain kompres hangat, cara mengempeskan jerawat batu adalah dengan kompres es pada permukaan jerawat. Cara ini dilakukan untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri pada jerawat batu.

  • Pembersih yang tidak mengandung sabun

Sejumlah temuan dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa pembersih nonsabun lebih baik untuk mengobati jerawat jika dibandingan dengan sabun tradisional.

  • Pemberian minyak daun teh (tea tree oil)

Sebuah studi di tahun 2007 menunjukkan bahwa tea tree oil lebih efektif 3,5 kali dalam mengurangi jumlah lesi jerawat dan 5,75 kali lebih efektif dari efek plasebo dalam mengurangi tingkat peradangan jerawat.

Jika jerawat batu tidak kunjung sembuh, jangan berusaha untuk mengempeskannya dengan paksa. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya dampak yang lebih parah sepertI:

  • Membuat jerawat semakin besar
  • Meningkatkan peradangan
  • Nanah dan kotoran malah terdorong lebih dalam ke pori-pori
  • Meningkatkan risiko infeksi
  • Mengakibatkan jaringan parut.

Suntikan kortison dapat membantu mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan nyeri akibat berjerawat yang parah dalam beberapa hari. Perlu diingat bahwa suntik kortison hanya boleh dilakukan oleh dokter.

Selain itu tindakan medis berupa drainase dan ekstraksi jerawat, laser, chemical peels, serta blue light therapy, dapat membantu mengurangi bakteri dan peradangan di kulit akibat jerawat batu

Itulah beberapa cara mengempeskan jerawat batu yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Satu hal yang perlu diingat, jangan memencet jerawat sendiri karena tindakan tersebut hanya akan memperparah kondisi jerawat Anda.

Penyakit Read More

Mengenal Trombofilia yang Diduga Jadi Penyebab Keguguran Berulang

Pembekuaan darah adalah mekanisme alami tubuh ketika terjadi pendarahan. Trombus atau bekuan darah akan terbentuk secara otomatis ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, baik itu arteri maupun vena akibat luka. Namun, dalam kasus tertentu, bekuan darah tersebut dapat terjadi secara abnormal, sehingga tak jarang dapat menyumbat pembuluh darah. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai trombofilia.

Pada dasarnya, proses pembekuan darah tersebut akan berhenti dengan sendirinya ketika tubuh sudah tidak lagi membutuhkan fibrin (benang-benang) untuk menutupi luka yang terbuka. Namun, jika proses tersebut tidak berjalan semestinya, bekuan darah malah akan menghambat aliran darah ke jaringan tubuh lain. Kondisi ini dikenal dengan trombosis.

Trombofilia diduga kuat menjadi penyebab keguguran yang terjadi secara terus menerus. Di samping itu, trombofilia juga dianggap sebagai alasan dari gagalnya prosedur bayi tabung (in vitro fertilization).

Apa yang menjadi penyebab trombofilia?

Secara garis besar, trombofilia dibagi menjadi dua: trombofilia yang diturunkan secara genetik dan trombofilia yang didapat. Masing-masing jenis trombofilia memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda.

Trombofilia yang diturunkan disebabkan oleh adanya mutasi genetik yang diturunkan dari garis keturunan, terutama orang tua. Adanya produksi abnormalitas produksi senyawa diduga dapat memicu mutasi genetik tersebut, seperti:

  • faktor V Leiden: tipe trombofilia genetik yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh jumlah faktor V Leiden yang meningkat
  • protrombin: kondisi trombofilia yang disebabkan oleh produksi protrombin (protein yang membantu proses pembekuan darah) dalam jumlah yang lebih banyak
  • protein C, S dan antithrombin: kondisi trombofilia yang disebabkan oleh menurunnya produksi senyawa alami protein C, S, dan antithrombin yang dapat mencegah pembekuan darah. Hal ini mengakibatkan proses pembekuan darah menjadi tidak terbatas.

Di lain sisi, trombofilia yang didapat pada umumnya dipicu oleh beberapa faktor spesifik, seperti:

  • Sindrom antifosfolipid
  • Kanker
  • Tirah baring akibat trauma pada tungkai, pasca operasi, atau penyakit kronis lain.

Ada atau tidaknya trombofilia pada tubuh dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan darah. Prosedur ini akan melihat kadar senyawa kimia yang bekerja untuk membekukan darah. Walaupun begitu, pemeriksaan ini tidak dapat menghasilkan data akurat penyebab pasti dari trombofilia.

Penyakit Read More

Fakta Menarik Mengenai Phantom Pain

Seseorang yang mengalami kondisi amputasi terhadap kaki atau tangannya masih sangat mungkin merasakan keberadaan dari anggota tubuh yang hilang. Seseorang yang diamputasi bagian tubuhnya bisa mengalami berbagai jenis rasa atau sensasi seperti rasa sakit atau tertusuk, kondisi yang dialami seseorang ini juga terkenal dengan sebutan phantom pain.

Dalam artian lain kondisi ini juga diartikan sebagai rasa sakit berkelanjutan yang dirasakan oleh seseorang setelah sesudah amputasi. Seseorang yang mengalami kondisi ini akan merasakan bagian tubuhnya masih ada meskipun sudah hilang. Munculnya rasa sakit ini paling sering terjadi dan pada umumnya dirasakan setelah seseorang menjalani operasi.

Fakta Phantom Pain

Berbeda dengan rasa sakit yang diakibatkan karena trauma yang langsung pada anggota tubuh, kondisi ini juga disebabkan karena bercampurnya pengiriman sinyal rasa dari otak atau tulang sumsum belakang. Meskipun anggota tubuh tersebut sudah tidak ada, tetapi ujung saraf di lokasi amputasi mengirim sinyal ke otak dan otak berpikir bahwa bagian tubuh masih ada.

Kondisi ini bisa berlangsung hingga beberapa saat, bisa detik, menit, berjam-jam bahkan hingga berhari-hari. Pada umumnya, kondisi ini bisa hilang dalam enam bulan pertama setelah melakukan operasi amputasi, namun tidak sedikit orang yang terus mengalami keluhan tersebut selama bertahun-tahun, berikut fakta menarik kondisi ini.

  • Gejala

Seperti penjelasan singkat di atas bahwa kondisi ini diikuti dengan perasaan nyeri yang muncul pada bagian tubuh yang sudah tidak ada. Meski demikian, karakteristik rasa sakit yang muncul dan dialami setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang yang mengalami kondisi ini akan menjelaskan rasa sakit seperti berikut ini.

  • Merasakan sensasi terbakar.
    • Terasa seperti ditusuk jarum atau pisau.
    • Terasa dipelintir secara paksa.
    • Merasakan kram.
    • Terasa seperti kesetrum listrik.
    • Terasa seperti ditembak.
  • Beberapa Penyebab

Pertama kali kondisi ini diketahui para petugas medis, dianggap sebagai gejala psikologis pasien yang masih syok setelah amputasi. Namun, berdasarkan hasil penelitian dan eksperimen, sensasi yang ditimbulkan kondisi ini ternyata berasal dari saraf tulang belakang dan juga otak. Melalui MRI dan tomografi emisi psositron (PET), otak masih terhubung dengan bagian tubuh yang diamputasi.

Bagian otak yang sarafnya terhubung dengan bagian tubuh teramputasi mampu menunjukkan reaksi ketika pasien berada dalam kondisi ini. Otak tak lagi mendapat reaksi dari bagian tubuh tersebut, reaksi yang ditunjukkan otak adalah dengan cara mengirim sinyal rasa nyeri sebagai peringatan adanya kondisi itu.

  • Situasi Khusus

Kondisi khusus ini di antaranya rasa sakit setelah amputasi dan kerusakan ujung saraf (neuroma), misalnya seperti tangan sebelum diamputasi mengalami cedera setelah proses amputasi, kemungkinan besar seseorang tersebut tetap akan mengalami rasa sakit di bagian yang sama. Hal ini dikarenakan otak sudah otomatis dalam mengingat lokasi dan sakit yang ada.

  • Pencegahan

Pencegahan hanya bisa dilakukan ketika dokter akan melakukan amputasi, yakni dengan memastikan pasien benar-benar dalam keadaan tidak sadar. Tak hanya itu, tenaga medis juga harus memastikan bahwa prosedur amputasi berjalan dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Pasien akan dibius beberapa jam bahkan satu hari sebelum proses dilakukan.

  • Pengobatan Medis

Phantom pain masih belum diketahui obatnya, karena berhubungan dengan otak dan kemungkinan pulih sepenuhnya dari kondisi ini masih dalam tahap penelitian. Namun, para ahli medis sepakat terdapat beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit seperti obat gejala depresi.

Penyakit Read More

Apa itu Ventrikulografi? Ini Penjelasannya

Ventrikulografi akan memberikan hasil berupa gambar pencitraan

Salah satu proses pemeriksaan yang kerap diandalkan para dokter ahli saraf guna melakukan diagnosa hidrosefalus pada anak atau kateterisasi jantung adalah ventrikulografi. Selain dari beberapa pemeriksaan umum yang dilakukan, seperti pemeriksaan tanda fisik, koordinasi dan keseimbangan, pemeriksaan sensorik hingga kondisi otot.

Definisi singkat dari pemeriksaan tersebut adalah sebuah metode dari pencitraan otak yang memakai pewarna yang kemudian disuntikan. Selain itu, penggunaan sinar x yang tujuannya untuk memvisualisasikan ventrikel pada otak. Ventrikel merupakan ruang jantung yang fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh.

Ventrikulografi Hidrosefalus

Penyakit hidrosefalus muncul dikarenakan tidak seimbangnya produksi dan penyerapan cairan yang terjadi di dalam otak. Akibat hal itu, cairan yang terdapat di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan dalam kepala meningkat. Kondisi ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti aliran cairan otak tersumbat, produksi cairan otak lebih cepat dari penyerapan dan penyakit atau cedera parah.

Merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan kontras berupa oksigen murni atau kontras lain, prosesnya memakai alat tertentu menembus melalui fontanela anterior yang kemudian masuk ke dalam ventrikel. Setelah kontras masuk, nantinya akan terlihat dengan jelas kontras akan mengisi ruang ventrikel yang melebar.

Untuk anak yang besar karena fontanela biasanya telah menutup, untuk bisa memasukkan kontras nantinya akan dibuatkan lubang menggunakan bor pada kranium di bagian frontal atau oksipitalis. Pemeriksaan ini sangat sulit dilakukan dan memiliki risiko yang tinggi, bahkan pada rumah sakit yang telah memiliki fasilitas CT scan, prosedur ini sudah tidak lagi dipakai.

Ventrikulografi Jantung

Dalam prosedur kateterisasi jantung terdapat dua jenis prosedur, yakni pada jantung kanan dan pada jantung kiri. Penjelasan kedua prosedur ini juga tidak sama alias berbeda, untuk jantung kiri merupakan proses kateterisasi koroner melalui arteri yang terdapat di daerah tangan. Sementara penyuntikan kontras untuk mengetahui aliran darah pada jantung.

Proses ini memberikan hasil yang serupa dengan angiogram, tetapi pada angiogram zat kontras yang dimasukkan melalui arteri koronaria. Sementara proses kateterisasi jantung kiri kontras dimasukkan melalui ventrikel kiri. Kateterisasi ini akan memberikan beberapa informasi seperti fraksi ejeksi, volume ventrikel, pergerakan dinding jantung, lesi regurgitasi hingga aneurisma.

Berbeda dengan kateterisasi jantung kanan yang prosesnya melalui pembuluh darah vena, kateterisasi jantung kiri dilakukan melalui pembuluh darah arteri brachialis. Informasi terkait fraksi ejeksi ventrilel kiri pada pemeriksaan ini bisa diperoleh secara kuantitatif dan semikuantitatif. Nantinya akan memberikan visualisasi dinding ventrikel kiri pada anterior, apikal, inferior dan dinding lateral.

Sementara itu kateterisasi pada jantung kanan merupakan prosedur yang memungkinkan dokter bisa melihat ruang jantung dengan tepat. Tujuan dilakukan prosedur ini adalah untuk melakukan dioagnosa pada masalah yang terjadi pada aliran darah di sisi kanan jantung. Pada umumnya, ruang jantung kanan mencakup atrium kanan dan ventrikel kanan.

Salah satu bahan pewarna pada zat kontras yang digunakan adalah yodium, zat dengan warna kontras biasanya kerap digunakan untuk membuat sisi kanan jantung lebih mudah terlihat. Seseorang yang akan melakukan prosedur ini akan ditanya terlebih dahulu oleh dokter apakah mereka memiliki alergi terhadap yodium.

Manfaat lain prosedur ventrikulografi ini adalah memberi perkiraan viabilitas miokardium dengan membandingkan siklus jantung normal dengan siklus jantung yang mengikuti kontraksi ventrikel prematur, siklus jantung setelah pemberian obat inotropik infus dan siklus jantung setelah pemberian nitrogliserin.

Penyakit Read More

Menghindari Ancaman Erythroblastosis Fetalis dengan Coombs Test

Erythroblastosis fetalis atau yang lebih dikenal dengan hemolisis pada bayi baru lahir adalah kondisi kesehatan yang tak boleh dipandang sebelah mata. Pada tahap tertentu, kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada bayi. Untuk mencegah situasi tersebut, biasanya dokter akan melakukan prosedur coombs test sebelum memasuki masa persalinan.

Erythroblastosis fetalis bisa bergulir ke situasi genting lantaran penyakit ini termasuk ke dalam jenis anemia. Kondisi ini membuat sel-sel darah merah (eritrosit) janin hancur oleh reaksi antibodi ibu karena ada ketidakcocokan golongan darah antara janin dan ibunya. Ketidakcocokan ini muncul ketika janin mewarisi faktor darah tertentu dari ayah yang tidak ada pada ibu.

Yang menyebabkan terjadinya Erythroblastosis fetalis adalah “keberadaan” dua sistem golongan darah, yakni Rhesus (Rh) dan ABO. Kemungkinan paling parah dari Erythroblastosis fetalis ini bisa terjadi ketika sang ibu memiliki Rh-negatif, sementara janin yang dikandungnya memiliki Rh-positif.

Secara alamiah, ketidakcocokan itu akan bertumbuk ketika sel darah merah janin yang membawa faktor Rh-positif melewati selubung plasenta dan memasuki aliran darah ibu. Sel darah merah janin itu akan merangsang produksi antibodi ibu untuk kemudian menganggap mereka sebagai “ancaman” lantas memecah sel darah merah janin tersebut.

Tingkat keparahan Erythroblastosis fetalis bervariasi tergantung pada kondisi hemolisis. Dalam bentuknya yang paling ringan, penyakit ini hanya akan menyebabkan anemia ringan tanpa komplikasi lain. Akan tetapi, bentuknya yang paling ekstrem bisa menyebabkan janin mati dalam rahim.

Selain itu, Hydrops fetalis, yang ditandai dengan edema ekstrem dan gagal jantung kongestif, adalah bentuk penyakit paling parah yang bisa diderita bayi yang lahir dengan Erythroblastosis fetalis. Adapun komplikasi dari Erythroblastosis fetalis adalah kernicterus atau penyakit kuning, yang disebabkan oleh pengendapan bilirubin di otak; kehilangan pendengaran; hingga keterbelakangan mental.

  • Coombs Test dan Upaya Menghindari Situasi Sulit Tersebut

Coombs test adalah sejenis tes darah untuk melihat antibodi yang menyerang sel darah merah. Ada dua tipe coombs test yang bisa dilakukan, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Coombs test secara langsung digunakan untuk mencari antibodi yang menempel langsung ke sel darah merah. Sementara itu coombs test tidak langsung dilakukan memeriksa antibodi yang berada di cairan darah yang dinamakan plasma.

Dalam kasus Erythroblastosis fetalis ini coombs test yang diinstruksikan dokter kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan sebelum memasuki masa persalinan adalah tipe tidak langsung atau indirect.

Kendati demikian, coombs test bukanlah satu-satunya prosedur yang tersedia untuk terhindar dari kondisi sulit lantaran Erythroblastosis fetalis. Amniosentesis, misalnya. Prosedur ini dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi bilirubin dan memprediksi tingkat keparahan penyakit. Jika kadar meningkat, transfusi intrauterin dari darah Rh-negatif dapat diberikan sampai kelahiran prematur dapat diinduksi.

Hasil dari prosedur-prosedur akan semakin ampuh mengatasi ancaman hemolisis pada bayi jika dilakukan bersamaan dengan penggunaan imunoglobulin Rh. Pasalnya suntikan imunoglobulin Rh akan menghancurkan sel darah merah janin dalam aliran darahnya. Dengan demikian janin akan terhindar dari ancaman hemolisis.

Biasanya, kemungkinan akan kondisi itu sudah dapat terprediksi di masa-masa awal kehamilan melalui serangkaian pemeriksaan rutin kandungan yang dilakukannya. Namun, Erythroblastosis fetalis memang cenderung tidak menunjukkan gejala apa-apa.

Hal inilah, kadang, yang membuat ibu hamil luput sehingga tak siap melakukan tindak pencegahan sehingga terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Oleh karenanya, sebelum memasuki masa persalinan, ada baiknya Anda mulai bersiaga. Konsultasikan dengan dokter apakah Anda membutuhkan prosedur coombs test sebelum melahirkan atau tidak. Jika direkomendasikan, jangan ragu untuk melakukan test tersebut agar kesehatan dan keselamatan Anda dan janin bisa terjamin.  

Penyakit Read More

Waspadai Kondisi Ini, Kanker Tulang Mungkin Terjadi

Tulang berfungsi sebagai penopang tubuh kita. Himpunan tulang-tulang membentuk rangka, mereka memiliki peran besar dalam kehidupan kita, karena keberadaannya membuat kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, tulang juga rentan terserang oleh berbagai macam penyakit yang mengakibatkan fungsinya terganggu. Salah satu yang paling menakutkan, mungkin, adalah kanker tulang.

Kanker tulang dapat terjadi di tulang manapun di seluruh bagian tubuh tetapi lebih sering menyerang bagian pinggul, lengan, dan kaki. Jenis kanker ini sering terjadi pada anak-anak. Penyakit kanker tulang memang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi dugaan terkuat kanker tulang terjadi lantaran paparan radiasi atau riwayat kanker dari keluarga.

Kanker tulang memang tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi sinyal untuk kita meningkatkan kewaspadaan. Meski tidak melulu, tetapi kondisi-kondisi di bawah ini umum terjadi sebagai permulaan atau gejala dari kanker tulang. Apa saja? Berikut di antaranya:

  1. Sering Merasakan Nyeri

Salah satu tanda yang paling umum adalah rasa nyeri pada tulang. Kondisi sering kali disadari seiring dengan perkembangan sel kanker tulang yang mulai “menggerogoti” inangnya.

Pada awalnya, nyeri akan sering terasa pada area dalam tulang atau regio tulang tertentu (misalnya punggung, pinggul, lengan, kaki, dan sebagainya) ketika disentuh. Selain itu, rasa nyeri juga lebih sering muncul di malam hari atau saat tulang digunakan (misalnya nyeri pada kaki yang timbul saat berjalan).

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan kanker, nyeri yang dirasakan menjadi semakin jelas, sehingga lama-kelamaan dapat dirasakan setiap saat, dan rasa nyeri akan semakin parah dan amat mengganggu aktivitas. Namun, perlu diperhatikan, nyeri tulang tidak selalu disebabkan kanker. Kondisi lain, seperti osteoporosis atau artritis juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

  • Pembengkakan di Area yang Terasa Nyeri

Beberapa minggu setelah kemunculan nyeri tulang, biasanya sel kanker akan membuat area yang terasa nyeri menjadi bengkak atau timbul benjolan. Keluhan ini disertai dengan tanda peradangan, misalnya timbul kemerahan pada area yang bengkak dan terdapat benjolan.

Apabila gejala tersebut muncul di area sendi akan lebih berbahaya. Sebab, kondisi tersebut dapat menyebabkan penderita kesulitan untuk menggerakkan sendi, sehingga sulit untuk bergerak dan beraktivitas.

  • Ringkih Sehingga Sering Patah Tulang

Sel kanker yang semakin berkembang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah, sehingga amat rentan untuk patah. Apabila terjadi patah tulang, penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba. Rasa nyeri biasanya muncul di area yang sebelumnya sudah terasa selama beberapa lama.

  • Gangguan Saraf

Kanker tulang juga dapat menimbulkan berbagai keluhan pada saraf di area tertentu. Misalnya saja, kanker tulang yang terjadi pada tulang belakang dapat menyebabkan terhimpitnya saraf, sehingga muncul tanda seperti kebas, kesemutan, atau bahkan kelemahan tulang.

Selain itu, sel kanker tulang dapat menyebar ke organ lain, sehingga menimbulkan keluhan yang sesuai pada organ tersebut. Misalnya jika kanker menyebar ke paru-paru, maka gejala yang bisa muncul adalah kesulitan bernapas.

***

Pada perjalanannya, gejala-gejala di atas membutuhkan proses. Pada fase ini, kemungkinan seseorang akan kondisinya di waktu yang akan datang dapat ditentukan. Bila segera mendapat penanganan yang maksimal, kanker tulang bisa saja lenyap dan hilang selamanya. Namun, bila lengah atau terlambat, bukan tidak mungkin kanker tulang dapat merenggut apa-apa yang berharga di hidup seseorang.

Oleh karenanya, amat penting untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan check up rutin agar terhindar dari bahaya yang mengintai di balik kanker tulang.

Penyakit Read More

Operasi Katarak

Katarak merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh. Katarak dapat menimbulkan pandangan seseorang kabur. Jika manusia mengalami gangguan pada mata dan kondisinya semakin memburuk, mereka kemungkinan perlu menjalani operasi katarak.

Ketika pasien menjalankan operasi katarak, lensa mereka yang keruh akan digantikan dengan lensa yang baru atau lensa buatan. Operasi katarak ditangani oleh dokter mata dan pada umumnya merupakan tindakan medis yang aman untuk dilakukan. Setelah pasien menjalankan operasi katarak, mereka sebenarnya tidak perlu rawat inap. Operasi katarak dapat dilakukan antara 15 menit sampai 1 jam.

Meskipun operasi katarak tidak memakan waktu lama, biaya yang perlu pasien bayar adalah sekitar Rp 17 juta. Hal tersebut juga bergantung pada rumah sakit pilihan pasien, jenis lensa yang akan dipakai, teknik operasi yang dilakukan, serta obat bius yang disediakan.

Alasan Operasi Katarak Perlu Dijalankan

Pasien perlu melakukan operasi katarak untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mata. Pasien perlu menjalankan operasi katarak jika kondisi pada mata mereka cukup parah sehingga mereka hampir tidak bisa melihat. Jika manusia mengalami katarak, tetapi masih bisa melihat dengan baik, maka tidak perlu menjalankan operasi katarak.

Pada awalnya jika seseorang mengalami gangguan pada mata, yang disebabkan karena menonton di depan layar terlalu dekat atau baca di ruang gelap, mereka perlu menggunakan kacamata atau kontak lensa agar melihat benda lebih jelas. Namun, seiring berjalannya waktu, jika kondisi mata manusia semakin memburuk, mereka bisa mengalami katarak. Katarak adalah penyakit yang serius yang dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Pandangan kabur atau buram.
  • Pandangan terhadap suatu benda seolah-olah terlihat ada dua.
  • Mata semakin lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan yang buruk di malam hari.

Prosedur Operasi Katarak

Jika Anda mengalami penyakit katarak, namun kondisinya memburuk sehingga Anda hampir tidak bisa melihat, maka mata Anda perlu dioperasi. Namun, sebelum menjalankan operasi katarak, ada beberapa langkah perlu Anda pahami. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  • Pemeriksaan pada mata

Langkah pertama adalah menentukan jenis lensa yang cocok untuk Anda dengan memeriksa ukuran dan bentuk mata Anda.

  • Riwayat medis

Setelah memeriksa mata Anda, dokter akan bertanya jika Anda punya riwayat medis yang menyebabkan gangguan pada mata seperti demam scarlet. Selain itu, dokter juga akan bertanya jika Anda menggunakan obat-obatan tertentu.

Jika Anda menggunakan obat-obatan, dokter akan meminta Anda untuk menghentikannya, karena efek obat kemungkinan akan memicu pendarahan selama operasi.

  • Obat tetes mata

Pada satu atau dua hari sebelum operasi katarak dilakukan, dokter akan memberikan Anda obat tetes antibiotik untuk mencegah pembengkakan dan infeksi selama menjalani operasi katarak.

  • Berpuasa

12 jam sebelum operasi katarak, Anda diminta untuk berpuasa (tidak makan atau minum).

  • Pemilihan jenis lensa

Ada tiga jenis lensa yang bisa Anda pilih, antara lain lensa monofokal, lensa multifokal, dan lensa torik. Anda perlu pilih jenis lensa yang sesuai dengan kebutuhan mata Anda.

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa memulai operasi katarak. Operasi katarak meliputi empat jenis, antara lain phacoemulsification (atau lebih umum dikenal sebagai pacho), operasi laser, operasi katarak ekstrakapsular, dan operasi katarak intrakapsular.

Setelah Anda melakukan operasi katarak, ada beberapa pencegahan yang perlu dilakukan dalam beberapa minggu, antara lain:

  • Menggunakan obat tetes mata sesuai aturan dokter.
  • Menghindari benda-benda yang mudah masuk ke dalam mata seperti air dan debu.
  • Tidak menggosok mata.
  • Menggunakan kacamata atau pelindung mata.
  • Menggunakan pelindung mata saat tidur.

Efek Samping Dari Operasi Katarak

Dalam waktu sekitar 8 minggu, Anda dapat melihat dengan normal dan dapat melakukan berbagai aktivitas sesuai kebutuhan Anda. Di sisi lain, Anda juga perlu waspada terhadap kondisi mata Anda, karena tidak semua operasi berjalan dengan baik. Setelah menjalankan operasi katarak, walaupun jarang terjadi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya komplikasi yang meliputi:

  • Pembengkakan atau infeksi pada mata.
  • Pendarahan.
  • Penurunan pada kelopak mata.
  • Lepasnya retina (ablasi retina).
  • Tekanan dalam mata yang meningkat sementara.
Penyakit Read More

Perbedaan Minuman Berkarbonasi dan Bersoda

Perbedaan minuman berkarbonasi dengan bersoda terletak pada kandungannya.

Masyarakat awam biasanya menilai minuman berkarbonasi atau dengan kandungan gas karbon dioksida sama dengan minuman bersoda, nyatanya kedua jenis minuman ini berbeda. Jenis minuman yang berkarbonasi biasanya memiliki ciri khas berupa gelembung-gelembung air yang menempel pada dinding wadahnya.

Banyak orang mengenal olahan minuman jenis karbonasi dalam produk air mineral maupun minuman bersoda sama, hal tersebut dikarenakan popularitas minuman jenis soda. Sehingga, membuat kebanyakan orang tidak menyadari perbedaan mendasar dari minuman bersoda dan minuman jenis karbonasi.

Minuman Berkarbonasi

Minuman yang mengandung karbonasi memiliki perbedaan mendasar dengan minuman bersoda, yakni terletak pada kandungan yang dimiliki. Minuman jenis karbonasi memiliki kandungan garam yang lebih sedikit, hal ini berdampak pada rasa yang dimiliki akan sedikit lebih mencolok. Minuman jenis ini juga memiliki kandungan pH 3-4 sedikit asam namun tidak mengganggu keseimbangannya.

Untuk minuman bersoda juga mengandung karbon dioksida dengan beberapa campuran, di antaranya seperti gula, asam sitrat, pemanis buatan bisa berupa sirup jagung fluktosa dan beberapa kandungan lainnya. Kandungan inilah yang menjadi perbedaan dasar antara minuman bersoda dan minuman jenis karbonasi.

  • Efek Kesehatan

Memiliki banyak kandungan beragam, minuman bersoda dan berkarbonasi memiliki beberapa dampak berbeda bagi kesehatan tubuh manusia. Seperti berdampak pada kesehatan gigi, tulang, sistem pencernaan, darah, gula hingga berat badan seseorang, berikut masing-masing penjelasannya lebih lanjut.

  • Tulang

Meski minuman jenis berkarbonasi tidak memengaruhi kesehatan tulang tetapi minuman bersoda berdampak. Kandungan asam sitrat dan cola yang memiliki banyak fosfor yang bisa menurunkan kadar kalsium berisiko menimbulkan kepadatan tulang yang lebih rendah.

  • Gigi

Dalam sebuah riset, campuran kandungan asam sitrat, karbon dioksida dan gula dalam sebuah minuman bisa menimbulkan kerusakan pada gigi. Enamel gigi bisa dirusak oleh asam dan gula yang terdapat dalam minuman bersoda, namun demikian minuman dengan karbonasi tanpa gula tidak terbukti berdampak kerusakan pada gigi.

  • Pencernaan

Asam lemak dalam minuman jenis karbonasi mampu membuat rangsangan pada reseptor saraf di mulut, kemudian beberapa riset juga menyebutkan minuman jenis ini bisa membantu melancarkan pencernaan karena juga memiliki pH yang sedikit asam dan tidak menganggu keseimbangan pH tubuh.

Minuman yang mengandung karbonasi mampu membantu meredakan nyeri di ulu hati yang diakibatkan asam lambung. Hal ini tampak pada saat aktivitas asam lambung yang meningkat, selain itu juga tidak mengganggu fungsi organ lambung.

Sementara itu, kandungan fosfor pada minuman bersoda bisa mengikat beberapa zat, di antaranya magnesium, kalsium serta seng yang terdapat di dalam usus halus. Asam fosfor ini kemudian terbuang begitu saja ketika seseorang buang air kecil, hal ini menyebabkan munculnya gangguan pencernaan dan masalah penyerapan gizi.

Bahaya lebih buruk yang ditimbulkan minuman bersoda pada pencernaan di tubuh manusia adalah tingginya kandungan gula, gula berlebih di dalam tubuh bisa mengganggu penyerapan air yang terjadi di dalam ginjal.

Berat Badan

Riset menyebutkan minuman dengan kandungan karbonasi bisa menyebabkan rasa kenyang yang lebih lama ketimbang minuman biasa. Berbeda dengan itu, minuman bersoda justru mampu menyebabkan rasa lapar karena kandungan gula di dalamnya meningkatkan hormon rasa lapar.

Selain itu, kandungan gula juga mampu meningkatkan kadar lemak jahat, dampaknya membuat seseorang merasa lapar setiap saat dan berkepanjangan. Ketimbang minuman berkarbonasi, hal itu bisa membuat seseorang yang mengonsumsi minuman bersoda mengalami obesitas.

Penyakit Read More

Mengenal Penyakit Pes yang Sempat Mewabah

Mungkin belum banyak dari Anda yang familiar dengan wabah penyakit pes. Penyakit apakah pes dan bagaimana cara mengobatinya?

Pes atau biasa disebut plague adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Yersinia pestis.  Bakteri ini ditemukan terutama pada hewan pengerat, khususnya tikus, dan pada kutu yang memakan hewan tersebut. Hewan lain dan manusia biasanya tertular penyakit ini dari gigitan tikus atau kutu. Sekitar 1 dari 7 orang yang terinfeksi PES meninggal karena penyakit ini.

Jenis yang paling umum terlihat sepanjang sejarah adalah wabah PES, yang merupakan infeksi kelenjar getah bening. Jenis umum lainnya termasuk pneumonia plague, infeksi paru-paru, dan septikemia plague yang mempengaruhi darah Anda.

Gejala PES

Gejala-gejala penyakit PES yang biasanya Anda rasakan, meliputi:

  • Panas dingin
  • Demam
  • Kejang
  • Malaise
  • Nyeri otot
  • Penampilan kelenjar getah bening yang halus dan nyeri serta menyebabkan pembengkakan di daerah selangkangan, ketiak atau leher. Pembengkakan tersebut disebut bubo, dan biasanya ditemukan di lokasi gigitan kutu yang terinfeksi.

Penyakit PES harus segera Anda obati, karena  setengah dari orang yang menderita PES mempunyai kemungkinan meninggal dunia.

Gejala pneumonia plague

Sedangkan, untuk gejala wabah pneumonia plague meliputi:

  • Batuk parah;
  • Sulit bernafas
  • Demam
  • Berbusa, dahak berdarah
  • Nyeri dada ketika bernapas dalam-dalam.

Hampir semua kasus pneumonia plague berakibat fatal jika tidak ditangani. Tidak seperti jenis wabah PES lainnya, orang dengan pneumonia plague dapat menyebarkan infeksi tersebut melalui batuk, dengan mengirimkan tetesan kecil yang membawa bakteri di udara kepada orang lain.

Gejala septikemia plague

Gejala-gejala septikemia plague meliputi:

  • Perdarahan karena masalah pembekuan
  • Muntah
  • Mual
  • Demam
  • Diare
  • Sakit perut.

Septikemia plague dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum Anda merasakan munculnya gejala.

Pengobatan

Semua bentuk wabah plague memerlukan perawatan sesegera mungkin, karena kematian dapat terjadi 24 jam setelah gejala pertama muncul pada Anda.

Antibiotik seperti streptomisin, gentamisin, doksisiklin, atau siprofloksasin efektif untuk mengobati plague. Cairan infus, oksigen, dan bantuan pernapasan juga dapat membantu perawatan Anda.

Sedangkan karena risiko infeksi dari orang-ke-orang, pasien dengan wabah pneumonia plague memerlukan isolasi yang ketat – baik dari perawat maupun pasien lain.

Segera temui dokter Anda bila Anda mulai merasakan gejala-gejala PES yang tertera diatas. Biasanya penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis PES dengan melakukan tes laboratorium pada darah atau dahak Anda, atau pada cairan dari kelenjar getah bening Anda.

Penyakit Read More