Waspadai Kondisi Ini, Kanker Tulang Mungkin Terjadi

Tulang berfungsi sebagai penopang tubuh kita. Himpunan tulang-tulang membentuk rangka, mereka memiliki peran besar dalam kehidupan kita, karena keberadaannya membuat kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, tulang juga rentan terserang oleh berbagai macam penyakit yang mengakibatkan fungsinya terganggu. Salah satu yang paling menakutkan, mungkin, adalah kanker tulang.

Kanker tulang dapat terjadi di tulang manapun di seluruh bagian tubuh tetapi lebih sering menyerang bagian pinggul, lengan, dan kaki. Jenis kanker ini sering terjadi pada anak-anak. Penyakit kanker tulang memang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi dugaan terkuat kanker tulang terjadi lantaran paparan radiasi atau riwayat kanker dari keluarga.

Kanker tulang memang tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi sinyal untuk kita meningkatkan kewaspadaan. Meski tidak melulu, tetapi kondisi-kondisi di bawah ini umum terjadi sebagai permulaan atau gejala dari kanker tulang. Apa saja? Berikut di antaranya:

  1. Sering Merasakan Nyeri

Salah satu tanda yang paling umum adalah rasa nyeri pada tulang. Kondisi sering kali disadari seiring dengan perkembangan sel kanker tulang yang mulai “menggerogoti” inangnya.

Pada awalnya, nyeri akan sering terasa pada area dalam tulang atau regio tulang tertentu (misalnya punggung, pinggul, lengan, kaki, dan sebagainya) ketika disentuh. Selain itu, rasa nyeri juga lebih sering muncul di malam hari atau saat tulang digunakan (misalnya nyeri pada kaki yang timbul saat berjalan).

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan kanker, nyeri yang dirasakan menjadi semakin jelas, sehingga lama-kelamaan dapat dirasakan setiap saat, dan rasa nyeri akan semakin parah dan amat mengganggu aktivitas. Namun, perlu diperhatikan, nyeri tulang tidak selalu disebabkan kanker. Kondisi lain, seperti osteoporosis atau artritis juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

  • Pembengkakan di Area yang Terasa Nyeri

Beberapa minggu setelah kemunculan nyeri tulang, biasanya sel kanker akan membuat area yang terasa nyeri menjadi bengkak atau timbul benjolan. Keluhan ini disertai dengan tanda peradangan, misalnya timbul kemerahan pada area yang bengkak dan terdapat benjolan.

Apabila gejala tersebut muncul di area sendi akan lebih berbahaya. Sebab, kondisi tersebut dapat menyebabkan penderita kesulitan untuk menggerakkan sendi, sehingga sulit untuk bergerak dan beraktivitas.

  • Ringkih Sehingga Sering Patah Tulang

Sel kanker yang semakin berkembang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah, sehingga amat rentan untuk patah. Apabila terjadi patah tulang, penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba. Rasa nyeri biasanya muncul di area yang sebelumnya sudah terasa selama beberapa lama.

  • Gangguan Saraf

Kanker tulang juga dapat menimbulkan berbagai keluhan pada saraf di area tertentu. Misalnya saja, kanker tulang yang terjadi pada tulang belakang dapat menyebabkan terhimpitnya saraf, sehingga muncul tanda seperti kebas, kesemutan, atau bahkan kelemahan tulang.

Selain itu, sel kanker tulang dapat menyebar ke organ lain, sehingga menimbulkan keluhan yang sesuai pada organ tersebut. Misalnya jika kanker menyebar ke paru-paru, maka gejala yang bisa muncul adalah kesulitan bernapas.

***

Pada perjalanannya, gejala-gejala di atas membutuhkan proses. Pada fase ini, kemungkinan seseorang akan kondisinya di waktu yang akan datang dapat ditentukan. Bila segera mendapat penanganan yang maksimal, kanker tulang bisa saja lenyap dan hilang selamanya. Namun, bila lengah atau terlambat, bukan tidak mungkin kanker tulang dapat merenggut apa-apa yang berharga di hidup seseorang.

Oleh karenanya, amat penting untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan check up rutin agar terhindar dari bahaya yang mengintai di balik kanker tulang.

Penyakit Read More

Operasi Katarak

Katarak merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh. Katarak dapat menimbulkan pandangan seseorang kabur. Jika manusia mengalami gangguan pada mata dan kondisinya semakin memburuk, mereka kemungkinan perlu menjalani operasi katarak.

Ketika pasien menjalankan operasi katarak, lensa mereka yang keruh akan digantikan dengan lensa yang baru atau lensa buatan. Operasi katarak ditangani oleh dokter mata dan pada umumnya merupakan tindakan medis yang aman untuk dilakukan. Setelah pasien menjalankan operasi katarak, mereka sebenarnya tidak perlu rawat inap. Operasi katarak dapat dilakukan antara 15 menit sampai 1 jam.

Meskipun operasi katarak tidak memakan waktu lama, biaya yang perlu pasien bayar adalah sekitar Rp 17 juta. Hal tersebut juga bergantung pada rumah sakit pilihan pasien, jenis lensa yang akan dipakai, teknik operasi yang dilakukan, serta obat bius yang disediakan.

Alasan Operasi Katarak Perlu Dijalankan

Pasien perlu melakukan operasi katarak untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mata. Pasien perlu menjalankan operasi katarak jika kondisi pada mata mereka cukup parah sehingga mereka hampir tidak bisa melihat. Jika manusia mengalami katarak, tetapi masih bisa melihat dengan baik, maka tidak perlu menjalankan operasi katarak.

Pada awalnya jika seseorang mengalami gangguan pada mata, yang disebabkan karena menonton di depan layar terlalu dekat atau baca di ruang gelap, mereka perlu menggunakan kacamata atau kontak lensa agar melihat benda lebih jelas. Namun, seiring berjalannya waktu, jika kondisi mata manusia semakin memburuk, mereka bisa mengalami katarak. Katarak adalah penyakit yang serius yang dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Pandangan kabur atau buram.
  • Pandangan terhadap suatu benda seolah-olah terlihat ada dua.
  • Mata semakin lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan yang buruk di malam hari.

Prosedur Operasi Katarak

Jika Anda mengalami penyakit katarak, namun kondisinya memburuk sehingga Anda hampir tidak bisa melihat, maka mata Anda perlu dioperasi. Namun, sebelum menjalankan operasi katarak, ada beberapa langkah perlu Anda pahami. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  • Pemeriksaan pada mata

Langkah pertama adalah menentukan jenis lensa yang cocok untuk Anda dengan memeriksa ukuran dan bentuk mata Anda.

  • Riwayat medis

Setelah memeriksa mata Anda, dokter akan bertanya jika Anda punya riwayat medis yang menyebabkan gangguan pada mata seperti demam scarlet. Selain itu, dokter juga akan bertanya jika Anda menggunakan obat-obatan tertentu.

Jika Anda menggunakan obat-obatan, dokter akan meminta Anda untuk menghentikannya, karena efek obat kemungkinan akan memicu pendarahan selama operasi.

  • Obat tetes mata

Pada satu atau dua hari sebelum operasi katarak dilakukan, dokter akan memberikan Anda obat tetes antibiotik untuk mencegah pembengkakan dan infeksi selama menjalani operasi katarak.

  • Berpuasa

12 jam sebelum operasi katarak, Anda diminta untuk berpuasa (tidak makan atau minum).

  • Pemilihan jenis lensa

Ada tiga jenis lensa yang bisa Anda pilih, antara lain lensa monofokal, lensa multifokal, dan lensa torik. Anda perlu pilih jenis lensa yang sesuai dengan kebutuhan mata Anda.

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa memulai operasi katarak. Operasi katarak meliputi empat jenis, antara lain phacoemulsification (atau lebih umum dikenal sebagai pacho), operasi laser, operasi katarak ekstrakapsular, dan operasi katarak intrakapsular.

Setelah Anda melakukan operasi katarak, ada beberapa pencegahan yang perlu dilakukan dalam beberapa minggu, antara lain:

  • Menggunakan obat tetes mata sesuai aturan dokter.
  • Menghindari benda-benda yang mudah masuk ke dalam mata seperti air dan debu.
  • Tidak menggosok mata.
  • Menggunakan kacamata atau pelindung mata.
  • Menggunakan pelindung mata saat tidur.

Efek Samping Dari Operasi Katarak

Dalam waktu sekitar 8 minggu, Anda dapat melihat dengan normal dan dapat melakukan berbagai aktivitas sesuai kebutuhan Anda. Di sisi lain, Anda juga perlu waspada terhadap kondisi mata Anda, karena tidak semua operasi berjalan dengan baik. Setelah menjalankan operasi katarak, walaupun jarang terjadi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya komplikasi yang meliputi:

  • Pembengkakan atau infeksi pada mata.
  • Pendarahan.
  • Penurunan pada kelopak mata.
  • Lepasnya retina (ablasi retina).
  • Tekanan dalam mata yang meningkat sementara.
Penyakit Read More

Perbedaan Minuman Berkarbonasi dan Bersoda

Perbedaan minuman berkarbonasi dengan bersoda terletak pada kandungannya.

Masyarakat awam biasanya menilai minuman berkarbonasi atau dengan kandungan gas karbon dioksida sama dengan minuman bersoda, nyatanya kedua jenis minuman ini berbeda. Jenis minuman yang berkarbonasi biasanya memiliki ciri khas berupa gelembung-gelembung air yang menempel pada dinding wadahnya.

Banyak orang mengenal olahan minuman jenis karbonasi dalam produk air mineral maupun minuman bersoda sama, hal tersebut dikarenakan popularitas minuman jenis soda. Sehingga, membuat kebanyakan orang tidak menyadari perbedaan mendasar dari minuman bersoda dan minuman jenis karbonasi.

Minuman Berkarbonasi

Minuman yang mengandung karbonasi memiliki perbedaan mendasar dengan minuman bersoda, yakni terletak pada kandungan yang dimiliki. Minuman jenis karbonasi memiliki kandungan garam yang lebih sedikit, hal ini berdampak pada rasa yang dimiliki akan sedikit lebih mencolok. Minuman jenis ini juga memiliki kandungan pH 3-4 sedikit asam namun tidak mengganggu keseimbangannya.

Untuk minuman bersoda juga mengandung karbon dioksida dengan beberapa campuran, di antaranya seperti gula, asam sitrat, pemanis buatan bisa berupa sirup jagung fluktosa dan beberapa kandungan lainnya. Kandungan inilah yang menjadi perbedaan dasar antara minuman bersoda dan minuman jenis karbonasi.

  • Efek Kesehatan

Memiliki banyak kandungan beragam, minuman bersoda dan berkarbonasi memiliki beberapa dampak berbeda bagi kesehatan tubuh manusia. Seperti berdampak pada kesehatan gigi, tulang, sistem pencernaan, darah, gula hingga berat badan seseorang, berikut masing-masing penjelasannya lebih lanjut.

  • Tulang

Meski minuman jenis berkarbonasi tidak memengaruhi kesehatan tulang tetapi minuman bersoda berdampak. Kandungan asam sitrat dan cola yang memiliki banyak fosfor yang bisa menurunkan kadar kalsium berisiko menimbulkan kepadatan tulang yang lebih rendah.

  • Gigi

Dalam sebuah riset, campuran kandungan asam sitrat, karbon dioksida dan gula dalam sebuah minuman bisa menimbulkan kerusakan pada gigi. Enamel gigi bisa dirusak oleh asam dan gula yang terdapat dalam minuman bersoda, namun demikian minuman dengan karbonasi tanpa gula tidak terbukti berdampak kerusakan pada gigi.

  • Pencernaan

Asam lemak dalam minuman jenis karbonasi mampu membuat rangsangan pada reseptor saraf di mulut, kemudian beberapa riset juga menyebutkan minuman jenis ini bisa membantu melancarkan pencernaan karena juga memiliki pH yang sedikit asam dan tidak menganggu keseimbangan pH tubuh.

Minuman yang mengandung karbonasi mampu membantu meredakan nyeri di ulu hati yang diakibatkan asam lambung. Hal ini tampak pada saat aktivitas asam lambung yang meningkat, selain itu juga tidak mengganggu fungsi organ lambung.

Sementara itu, kandungan fosfor pada minuman bersoda bisa mengikat beberapa zat, di antaranya magnesium, kalsium serta seng yang terdapat di dalam usus halus. Asam fosfor ini kemudian terbuang begitu saja ketika seseorang buang air kecil, hal ini menyebabkan munculnya gangguan pencernaan dan masalah penyerapan gizi.

Bahaya lebih buruk yang ditimbulkan minuman bersoda pada pencernaan di tubuh manusia adalah tingginya kandungan gula, gula berlebih di dalam tubuh bisa mengganggu penyerapan air yang terjadi di dalam ginjal.

Berat Badan

Riset menyebutkan minuman dengan kandungan karbonasi bisa menyebabkan rasa kenyang yang lebih lama ketimbang minuman biasa. Berbeda dengan itu, minuman bersoda justru mampu menyebabkan rasa lapar karena kandungan gula di dalamnya meningkatkan hormon rasa lapar.

Selain itu, kandungan gula juga mampu meningkatkan kadar lemak jahat, dampaknya membuat seseorang merasa lapar setiap saat dan berkepanjangan. Ketimbang minuman berkarbonasi, hal itu bisa membuat seseorang yang mengonsumsi minuman bersoda mengalami obesitas.

Penyakit Read More

Mengenal Penyakit Pes yang Sempat Mewabah

Mungkin belum banyak dari Anda yang familiar dengan wabah penyakit pes. Penyakit apakah pes dan bagaimana cara mengobatinya?

Pes atau biasa disebut plague adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Yersinia pestis.  Bakteri ini ditemukan terutama pada hewan pengerat, khususnya tikus, dan pada kutu yang memakan hewan tersebut. Hewan lain dan manusia biasanya tertular penyakit ini dari gigitan tikus atau kutu. Sekitar 1 dari 7 orang yang terinfeksi PES meninggal karena penyakit ini.

Jenis yang paling umum terlihat sepanjang sejarah adalah wabah PES, yang merupakan infeksi kelenjar getah bening. Jenis umum lainnya termasuk pneumonia plague, infeksi paru-paru, dan septikemia plague yang mempengaruhi darah Anda.

Gejala PES

Gejala-gejala penyakit PES yang biasanya Anda rasakan, meliputi:

  • Panas dingin
  • Demam
  • Kejang
  • Malaise
  • Nyeri otot
  • Penampilan kelenjar getah bening yang halus dan nyeri serta menyebabkan pembengkakan di daerah selangkangan, ketiak atau leher. Pembengkakan tersebut disebut bubo, dan biasanya ditemukan di lokasi gigitan kutu yang terinfeksi.

Penyakit PES harus segera Anda obati, karena  setengah dari orang yang menderita PES mempunyai kemungkinan meninggal dunia.

Gejala pneumonia plague

Sedangkan, untuk gejala wabah pneumonia plague meliputi:

  • Batuk parah;
  • Sulit bernafas
  • Demam
  • Berbusa, dahak berdarah
  • Nyeri dada ketika bernapas dalam-dalam.

Hampir semua kasus pneumonia plague berakibat fatal jika tidak ditangani. Tidak seperti jenis wabah PES lainnya, orang dengan pneumonia plague dapat menyebarkan infeksi tersebut melalui batuk, dengan mengirimkan tetesan kecil yang membawa bakteri di udara kepada orang lain.

Gejala septikemia plague

Gejala-gejala septikemia plague meliputi:

  • Perdarahan karena masalah pembekuan
  • Muntah
  • Mual
  • Demam
  • Diare
  • Sakit perut.

Septikemia plague dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum Anda merasakan munculnya gejala.

Pengobatan

Semua bentuk wabah plague memerlukan perawatan sesegera mungkin, karena kematian dapat terjadi 24 jam setelah gejala pertama muncul pada Anda.

Antibiotik seperti streptomisin, gentamisin, doksisiklin, atau siprofloksasin efektif untuk mengobati plague. Cairan infus, oksigen, dan bantuan pernapasan juga dapat membantu perawatan Anda.

Sedangkan karena risiko infeksi dari orang-ke-orang, pasien dengan wabah pneumonia plague memerlukan isolasi yang ketat – baik dari perawat maupun pasien lain.

Segera temui dokter Anda bila Anda mulai merasakan gejala-gejala PES yang tertera diatas. Biasanya penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis PES dengan melakukan tes laboratorium pada darah atau dahak Anda, atau pada cairan dari kelenjar getah bening Anda.

Penyakit Read More