Manfaat Brussel Sprout untuk Kesehatan Tubuh

Mungkin Anda belum terlalu familiar dengan nama brussel sprout atau kubis brussel. Padahal, jenis sayuran yang satu ini mirip dengan kol namun berukuran mini sehingga orang awan biasanya menyebut sayuran ini dengan kol mini. Meskipun berukuran kecil, namun brussel sprout atau kol mini menawarkan beragam nutrisi dan manfaat bagi kesehatan tubuh. Brussel sprout adalah sayuran yang masuk ke dalam family Brassicaceae atau Cruciferae. Sayuran mini kehijauan ini masih berkerabat dengan beberapa jenis sayuran cruciferous yang sering Anda konsumsi, seperti bunga kol, brokoli, kubis, dan kale.

brussel sprout

Sebagai sayur-sayuran cruciferous, brussel sprout pun memiliki beragam nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh – namun dengan kalori yang sangat rendah. Berikut ini profil nutrisi brussel sprout untuk setiap 78 gram:

  • Kalori: 28
  • Protein: 2 gram
  • Karbohidrat: 6 gram
  • Serat: 2 gram
  • Vitamin K: 137% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) haria
  • Vitamin C: 81% dari AKG harian
  • Vitamin A: 12% dari AKG harian
  • Folat: 12% dari AKG harian
  • Mangan: 9% dari AKG harian

Seperti yang tercantum di atas, nutrisi yang “bersinar” dari brussel sprout adalah serat pangan, vitamin K, serta vitamin C. Ketiganya pun membuat kubis brussel menawarkan manfaat yang beragam.

Brussel sprout juga mengandung beberapa nutrisi mikro lain dalam jumlah kecil, seperti kalium, zat besi, magnesium, fosfor, vitamin B6, dan vitamin B1. Nutrisinya yang beragam membuat brussel sprout menawarkan beragam manfaat kesehatan.

  1. Mencegah kerusakan sel

Terdapat banyak manfaat brussel sprout atau kubis brussel. Namun, salah satu yang sangat mengesankan adalah kandungan zat antioksidannya. Zat antioksidan berperan mengendalikan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Jika tak terkendali, stres oksidatif dapat merusak sel dan memicu beragam penyakit kronis.

Salah satu zat antioksidan dalam brussel sprout adalah kaempferol. Kaempferol dilaporkan berpotensi untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, meredakan peradangan, serta menyehatkan jantung.

  • Menyehatkan sistem pencernaan

Brussel sprout merupakan salah satu sayuran berserat tinggi. Untuk setiap 78 gram sayuran ini, asupan serat harian akan terpenuhi hingga 8%. Serat penting untuk dipenuhi kebutuhannya karena menjadi nutrisi yang amat vital untuk tubuh. Seperti yang mungkin Anda tahu, serat membantu mengatasi sembelit atau konstipasi. Nutrisi tumbuhan ini juga menyehatkan sistem pencernaan karena merangsang pertumbuhan bakteri di usus.

  • Berpotensi untuk hambat kanker

Zat antioksidan yang terkandung dalam kubis brussel berpotensi untuk turunkan risiko kanker tertentu. Sayuran ini dapat melawan karsinogen penyebab kanker serta mencegah kerusakan oksidatif pada sel. Kandungan dalam kubis brussel juga berpotensi untuk meningkatkan enzim detoksifikasi, sehingga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan temuan ini.

  • Mengendalikan gula darah

Alasan lain Anda harus rutin mengonsumsi kubis brussel adalah efek positifnya terhadap gula darah. Sayuran kecil ini disebutkan dapat mengontrol gula darah sehingga berpotensi untuk menurunkan risiko diabetes. Khasiat brussel sprout ini diyakini ditopang oleh kandungan seratnya yang membantu memperlambat penyerapan gula ke aliran darah. Kandungan asam alfa-lipoat dalam kol mini juga dilaporkan meningkatkan efisiensi aktivitas insulin untuk menurunkan gula darah.

  • Berpotensi untuk kurangi peradangan di tubuh

Peradangan atau inflamasi merupakan respons sistem imun yang normal. Hanya saja, apabila respons tersebut cenderung kronis dan tak terkendali, peradangan dapat memicu penyakit kronis termasuk kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Brussel sprout juga merupakan sayur cruciferous yang dilaporkan memiliki sifat anti peradangan. Sebuah riset yang dipublikasikan tahun 2014 pun menyebutkan, sayur-sayuran cruciferous dapat menurunkan

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*