Pemfigoid, Kelainan Imun yang Bisa Terjadi pada Lansia

Meski jarang terdengar, pemfigoid adalah gangguan autoimun tubuh yang ternyata paling sering mempengaruhi lansia. Pemfigoid disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan kulit ruam dan melepuh. Sebenarnya, apa penyebab pemfigoid dan bagaimana penanganan pemfigoid yang tepat? Berikut ini ulasannya.

Penyebab Pemfigoid

Pada kasus penyakit autoimun pemfigoid, tubuh penderita akan secara keliru justru menyerang balik jaringan tubuh yang sehat. Sistem kekebalan tubuh akan menciptakan antibodi untuk menyerang jaringan, tepat di bawah lapisan kulit terluar.

Hal ini menyebabkan lapisan kulit terkelupas dan terdapat ruam kemerahan atau luka lecet yang nyeri. Penyebab pemfigoid belum diketahui pasti. Namun dalam beberapa kasus, hal ini bisa disebabkan oleh:

  • Pemakaian obat-obatan tertentu
  • Terapi radiasi
  • Terapi sinar ultraviolet

Lansia yang mengalami gangguan autoimun atau pemfigoid jumlahnya lebih tinggi, ketimbang kelompok usia lain. Selain itu, pemfigoid juga lebih banyak menyerang wanita daripada pria.

Gejala Pemfigoid

Tanda-tanda pemfigoid yang paling umum adalah bagian kulit melepuh atau terdapat ruam kemerahan. Antara lain pada lengan, kaki, perut dan mata. Luka ini akan terasa nyeri dan gatal. Berikut ini beberapa gejala pemfigoid yang kerap menjadi karakteristik pada kulit penderita:

  • Kulit ruam kemerahan dan meluas sebelum melepuh.
  • Terdapat luka yang melebar dan berisi cairan bening. Kadang-kadang mengandung sedikit darah.
  • Kulit yang lecet menebal dan tidak mudah pecah.
  • Kulit di sekitar area yang melepuh tampak kemerahan atau menghitam.
  • Kulit yang sudah melepuh dan pecah biasanya akan terasa nyeri.

Cara Mendiagnosis Pemfigoid

Untuk memastikan diagnosis pemfigoid, dokter akan memeriksa area kulit yang melepuh. Serangkaian tes juga diperlukan agar dokter bisa memberikan resep obat yang tepat. Tes yang dilakukan di antaranya biopsi kulit dengan mengambil sedikit kulit yang terkena pemfigoid sebagai sampel.

Selanjutnya, teknisi laboratorium akan menguji sampel untuk mengetahui karakteristik antibodi sistem kekebalan tubuh Anda. Antibodi ini juga dapat dideteksi dengan pengambilan sampel darah Anda.

Perawatan Pemfigoid

Kelainan autoimun pada lansia berupa pemfigoid umumnya tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan yang tepat sangat efektif untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Misalnya, pengobatan dengan resep dokter memakai pil kortikosteroid atau salep. Obat ini dapat mengurangi peradangan dan membantu mengurangi rasa gatal atau cepat mengeringkan kulit yang melepuh. Opsi pengobatan lain adalah imunosupresan atau tetrasiklin yang dapat mengurangi peradangan dan infeksi. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan solusi yang efektif dalam menangani kelainan autoimun yang terjadi pada lansia.

Lansia

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*