Perbedaan Minuman Berkarbonasi dan Bersoda

Perbedaan minuman berkarbonasi dengan bersoda terletak pada kandungannya.

Masyarakat awam biasanya menilai minuman berkarbonasi atau dengan kandungan gas karbon dioksida sama dengan minuman bersoda, nyatanya kedua jenis minuman ini berbeda. Jenis minuman yang berkarbonasi biasanya memiliki ciri khas berupa gelembung-gelembung air yang menempel pada dinding wadahnya.

Banyak orang mengenal olahan minuman jenis karbonasi dalam produk air mineral maupun minuman bersoda sama, hal tersebut dikarenakan popularitas minuman jenis soda. Sehingga, membuat kebanyakan orang tidak menyadari perbedaan mendasar dari minuman bersoda dan minuman jenis karbonasi.

Minuman Berkarbonasi

Minuman yang mengandung karbonasi memiliki perbedaan mendasar dengan minuman bersoda, yakni terletak pada kandungan yang dimiliki. Minuman jenis karbonasi memiliki kandungan garam yang lebih sedikit, hal ini berdampak pada rasa yang dimiliki akan sedikit lebih mencolok. Minuman jenis ini juga memiliki kandungan pH 3-4 sedikit asam namun tidak mengganggu keseimbangannya.

Untuk minuman bersoda juga mengandung karbon dioksida dengan beberapa campuran, di antaranya seperti gula, asam sitrat, pemanis buatan bisa berupa sirup jagung fluktosa dan beberapa kandungan lainnya. Kandungan inilah yang menjadi perbedaan dasar antara minuman bersoda dan minuman jenis karbonasi.

  • Efek Kesehatan

Memiliki banyak kandungan beragam, minuman bersoda dan berkarbonasi memiliki beberapa dampak berbeda bagi kesehatan tubuh manusia. Seperti berdampak pada kesehatan gigi, tulang, sistem pencernaan, darah, gula hingga berat badan seseorang, berikut masing-masing penjelasannya lebih lanjut.

  • Tulang

Meski minuman jenis berkarbonasi tidak memengaruhi kesehatan tulang tetapi minuman bersoda berdampak. Kandungan asam sitrat dan cola yang memiliki banyak fosfor yang bisa menurunkan kadar kalsium berisiko menimbulkan kepadatan tulang yang lebih rendah.

  • Gigi

Dalam sebuah riset, campuran kandungan asam sitrat, karbon dioksida dan gula dalam sebuah minuman bisa menimbulkan kerusakan pada gigi. Enamel gigi bisa dirusak oleh asam dan gula yang terdapat dalam minuman bersoda, namun demikian minuman dengan karbonasi tanpa gula tidak terbukti berdampak kerusakan pada gigi.

  • Pencernaan

Asam lemak dalam minuman jenis karbonasi mampu membuat rangsangan pada reseptor saraf di mulut, kemudian beberapa riset juga menyebutkan minuman jenis ini bisa membantu melancarkan pencernaan karena juga memiliki pH yang sedikit asam dan tidak menganggu keseimbangan pH tubuh.

Minuman yang mengandung karbonasi mampu membantu meredakan nyeri di ulu hati yang diakibatkan asam lambung. Hal ini tampak pada saat aktivitas asam lambung yang meningkat, selain itu juga tidak mengganggu fungsi organ lambung.

Sementara itu, kandungan fosfor pada minuman bersoda bisa mengikat beberapa zat, di antaranya magnesium, kalsium serta seng yang terdapat di dalam usus halus. Asam fosfor ini kemudian terbuang begitu saja ketika seseorang buang air kecil, hal ini menyebabkan munculnya gangguan pencernaan dan masalah penyerapan gizi.

Bahaya lebih buruk yang ditimbulkan minuman bersoda pada pencernaan di tubuh manusia adalah tingginya kandungan gula, gula berlebih di dalam tubuh bisa mengganggu penyerapan air yang terjadi di dalam ginjal.

Berat Badan

Riset menyebutkan minuman dengan kandungan karbonasi bisa menyebabkan rasa kenyang yang lebih lama ketimbang minuman biasa. Berbeda dengan itu, minuman bersoda justru mampu menyebabkan rasa lapar karena kandungan gula di dalamnya meningkatkan hormon rasa lapar.

Selain itu, kandungan gula juga mampu meningkatkan kadar lemak jahat, dampaknya membuat seseorang merasa lapar setiap saat dan berkepanjangan. Ketimbang minuman berkarbonasi, hal itu bisa membuat seseorang yang mengonsumsi minuman bersoda mengalami obesitas.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*