Waspadai Keringat Berlebih sebagai Gejala Hiperhidrosis Primer

Berkeringat merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Akan tetapi, sebagian orang mungkin mengalami keringat berlebih di beberapa bagian tubuh tertentu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kondisi ini bisa disebut sebagai hiperhidrosis primer.

hiperhidrosis primer

Hiperhidrosis primer terjadi tanpa alasan yang diketahui. Penderita mungkin akan merasakan adanya produksi keringat yang berlebih, secara khusus di area telapak tangan, telapak kaki, di bawah payudara, selangkangan, dan ketiak.

Mengenal lebih dalam pengertian hiperhidrosis primer

Secara umum, hiperhidrosis adalah produksi keringat berlebih yang terjadi bahkan saat tidak sedang melakukan aktivitas fisik tertentu atau berada dalam suhu yang panas. Kondisi ini digolongkan ke menjadi dua, yaitu hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder.

Perbedaan kedua jenis hiperhidrosis ini terletak pada faktor yang menyebabkannya. Pada hiperhidrosis jenis primer, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan produksi keringat berlebih.  

Sementara, hiperhidrosis sekunder terjadi karena adanya kondisi medis lain yang mendasarinya, seperit penyakit obesitas, asam urat, menopause, tumor, diabetes melitus, dan hipertiroidisme.

Meski penyebab dari hiperhidrosis jenis primer tidak diketahui, hasil penelitian membuktikan bahwa stres bisa menjadi salah satu faktor pemicu yang bisa meningkatkan keparahan gejala. Tekanan fisik dan sosial karena keringat berlebih pada area tubuh tertentu kemungkinan akan mendorong tubuh penderita untuk memproduksi keringat semakin banyak.

Akan tetapi, masalah kesehatan mental seperti stres tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur untuk menentukan penyebab seseorang mengalami hiperhidrosis primer. Selain itu, para dokter juga menduga adanya faktor genetik yang menyebabkan kondisi ini.

Tanda-tanda seseorang menderita hiperhidrosis primer

Ada beberapa gejala yang menjadi penanda kemungkinan seseorang menderita hiperhidrosis primer. Gejala yang umum terjadi dapat berupa:

  • Telapak tangan yang lembab dan basah
  • Telapak kaki yang lembab dan basah
  • Sering berkeringat
  • Keringat meresap ke pakaian dan meninggalkan bekas

Bagi sebagian orang, gejala-gejala di atas bisa saja menimbulkan ketidak nyamanan, bahkan sampai menurunkan tingkat kepercayaan diri. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena keringat yang berlebihan seringkali diidentikan dengan penampilan yang tidak menyenangkan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa mengendalikan stres dan menjaga pikiran tetap tenang merupakan salah satu upaya untuk meringankan gejala keringat berlebih. Oleh sebab itu, apabila Anda menderita hiperhidrosis, cobalah untuk tetap berpikiran positif.

Selain gejala-gejala umum, sebagian penderita hiperhidrosis jenis apa pun bisa juga mengalami beberapa ciri-ciri khusus berupa:

  • Menderita masalah kulit karena sering berkeringat, seperti infeksi jamur, iritasi, dan lain sebagainya
  • Enggan melakukan kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan
  • Menghabiskan banyak waktu dalam sehari untuk mengatasi keringat, seperti dengan mandi lebih dari dua kali dalam sehari, sering berganti pakaian, dan lain sebagainya
  • Memilih melakukan pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak aktivitas fisik dan tidak banyak berinteraksi dengan manusia lain

Cara mengatasi hiperhidrosis primer

Cara paling utama yang dilakukan untuk mengobati pasien dengan kondisi hiperhidrosis primer adalah melalui obat-obatan. Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk mengendalikan kondisi ini. Pemilihan obat tergantung pada kondisi setiap pasien dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Umumnya, penderita hiperhidrosis, baik jenis primer maupun sekunder, akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat antipersipirant untuk mengendalikan produksi keringat hanya sampai batas tertentu. Selain itu, dokter juga mungkin akan mengarahkan pasien untuk menggunakan pelindung pada area ketiak untuk melindungi pakaian dari keringat.

Sebagian besar cara mengatasi hiperhidrosis primer difokuskan pada upaya untuk mengurangi gejala yang tampak. Secara khusus, pasien sebaiknya lebih sering mengganti pakaian, terutama kaus kaki, apabila keringat yang dirasakan sudah melebihi kondisi normal.

Hidup Sehat Read More