Adu Efektif Kecilkan Perut: Tummy Tuck Vs Liposuction

Sejak dahulu kala pembahasan akan kecantikan selalu mengikuti perkembangan peradaban dan zaman. Tiap periode akan selalu ada standar dan angan-angan akan sebuah standar kecantikan yang ideal. Kiwari ini, kecantikan tak melulu soal paras wajah, bentuk tubuh pun mulai turut serta. Salah satu bagian yang jadi sasaran adalah perut. Perut yang rata dan terbebas dari lemak seakan jadi keharusan demi mendapat predikat “tubuh ideal”. Tak ayal, banyak orang berlomba-lomba mendapatkan kondisi itu, termasuk dengan melakukan jalan pintas dengan operasi. Dua prosedur yang populer adalah tummy tuck dan liposuction.

Gelambir di sekitar perut membuat sebagian orang tidak percaya diri. Kondisi itu didapat seseorang karena beberapa hal, meski umumnya terjadi lantaran perubahan bentuk perut secara drastis, seperti setelah melahirkan dan perununan berat badan yang ekstrem.

Gelambir itu terbentuk dari lapisan kulit dan lemak yang terperangkap akibat perubahan tersebut. Beberapa di antaranya bisa diatasi dengan olahraga atau aktivitas gimnastik. Namun, ada pula yang tak kunjung mendapatkan perut ideal kendati telah melakukan serangkaian aktivitas olahraga.

Inilah yang akhirnya mendorong dunia medis untuk menciptakan satu prosedur penghilangan atau pengangkatan lemak tersebut. Seperti yang telah disinggung di atas, dua prosedur yang paling populer saat ini adalah teknik tummy tuck dan liposuction. Sebenarnya, apa sih perbedaan dari dua prosedur tersebut? Dan prosedur mana sih yang paling efektif dan cocok untuk mendapatkan perut yang ideal? Berikut ulasannya:

  • Tummy Tuck

Tummy tuck atau biasa juga disebut dengan abdominoplasty adalah sebuah tindakan estetika yang berfokus pada bagian tubuh perut. Biasa dikenal dengan tarik perut dengan prosedur membuang kelebihan lemak. Operasi ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk perut menjadi lebih ramping dengan target menghilangkan kulit atau lemak berlebih. Prosedur ini dilakukan untuk mengencangkan otot perut.

Tummy tuck dapat dilakukan jika pasien dalam kondisi parah, misalnya lemak menumpuk, ditambah dengan kondisi otot dinding perut yang kendur dan meregang. Akan tetapi, jika pada kondisi tertentu tidak terlalu parah, dapat dilakukan mini tummy tuck, yang ditambah dengan sedot lemak.

Tummy tuck dilaksanakan dengan teknik bedah atau menyayat bagian tubuh pasien. Bagian yang disayat adalah perut bagian bawah, tepat di atas tulang kemaluan atau pubis, dan melintang dari sisi kiri ke kanan. Setelah itu, dokter akan memisahkan dan membuang kulit serta lemak yang tidak dibutuhkan dari dinding perut. Setelah dikondisikan sedemikian rupa, kulit yang tersisa akan disatukan kembali dengan sebuah jahitan.

Prosedur ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar tiga atau empat jam (mini tummy tuck), hingga lima jam. Untuk memaksimalkan hasil operasi, setelah tiga hari, pasien hanya dapat melakukan kegiatan ringan. Tak hanya itu, dalam proses penyembuhannya, selama tiga bulan pasien diwajibkan mengenakan baju khusus.

Ada banyak efek samping, risiko, atau kontraindikasi dari prosedur ini. Mulai dari masalah dengan bekas luka sayatan, infeksi, pendarahan, hingga pembengkakan di sekitar luka. Beberapa pasien pun tidak disarankan melakukan tummy tuck lantaran bisa membahayakan.

  • Liposuction

Nama populer dari liposuction adalah sedot lemak. Banyak orang yang salah kaprah tentang prosedur pembedahan ini. Sedot lemak bukanlah cara untuk membuat tubuh menjadi langsing, karena tujuannya bukan untuk menurunkan berat badan.

Tujuan utama liposuction adalah untuk membentuk tubuh, bukan berfokus pada penurunan berat badan dalam kilogram. Operasi tindakan yang masuk ke dalam bedah atau operasi plastik ini tidak “semenakutkan” tummy tuck.

Dari durasi tindakan misalnya, jika tummy tuck bisa menghabiskan waktu berjam-jam, liposuction hanya butuh waktu 15-30 menit. Prosedur ini pun dapat memastikan bahwa lemak yang tak diinginkan pada bagian tubuh tertentu dengan sekejap dapat hilang.

Kendati demikian, liposuction atau sedot lemak ini tetap menggunakan teknik sayatan dalam melakukan kerjanya. Namun, berbeda dengan sayatan pada tummy tuck, pada dokter akan membuat sayatan kecil di kulit dan menyuntikkan anestesi berbasis mineral. Teknik operasi ini disebut teknik “tumescent” yang bekerja dengan mencegah kehilangan darah yang berlebihan tetapi menimbulkan bengkak dan memar pada area yang disedot lemaknya.

Setelah itu, dokter akan memasukkan tabung kosong yang disebut cannula ke sayatan kecil tadi, berguna menghancurkan timbunan lemak yang mengeras dan mengisap lemak pada bagian tubuh tertentu. Lemak yang disedot akan ditampung dalam wadah tabung dengan hasil berwarna kuning kecoklatan. Saat ini pun perkembangan zaman telah memungkinkan sedot lemak dilakukan dengan bantuan laser dan ultrasonik yang digadang-gadang dapat mengurangi luka dan efek samping pascaoperasi.

Beruntungnya, bekas operasi liposuction ini minimal dan tersembunyi. Tidak seperti tummy tuck yang cenderung memiliki beragam efek samping dan butuh waktu yang panjang untuk memulihkan kondisi

***

Itulah beberapa hal yang dapat diketahui mengenai dua prosedur “penghilangan” lemak, tummy tuck dan liposuction. Pilihan ada di tangan Anda. Jika bingung jangan ragu untuk mengomunikasikannya dengan tenaga medis terkait agar mendapat penjelasan yang lengkap dan bisa membantu dalam mengambil keputusan.

Apa pun yang Anda pilih nantinya, baik itu tummy tuck ataupun liposuction, pastikan semuanya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Jangan sampai prosedur yang Anda ambil justru menimbulkan masalah lain pada kesehatan Anda.

Hidup Sehat Read More