Fakta Menarik Mengenai Phantom Pain

Seseorang yang mengalami kondisi amputasi terhadap kaki atau tangannya masih sangat mungkin merasakan keberadaan dari anggota tubuh yang hilang. Seseorang yang diamputasi bagian tubuhnya bisa mengalami berbagai jenis rasa atau sensasi seperti rasa sakit atau tertusuk, kondisi yang dialami seseorang ini juga terkenal dengan sebutan phantom pain.

Dalam artian lain kondisi ini juga diartikan sebagai rasa sakit berkelanjutan yang dirasakan oleh seseorang setelah sesudah amputasi. Seseorang yang mengalami kondisi ini akan merasakan bagian tubuhnya masih ada meskipun sudah hilang. Munculnya rasa sakit ini paling sering terjadi dan pada umumnya dirasakan setelah seseorang menjalani operasi.

Fakta Phantom Pain

Berbeda dengan rasa sakit yang diakibatkan karena trauma yang langsung pada anggota tubuh, kondisi ini juga disebabkan karena bercampurnya pengiriman sinyal rasa dari otak atau tulang sumsum belakang. Meskipun anggota tubuh tersebut sudah tidak ada, tetapi ujung saraf di lokasi amputasi mengirim sinyal ke otak dan otak berpikir bahwa bagian tubuh masih ada.

Kondisi ini bisa berlangsung hingga beberapa saat, bisa detik, menit, berjam-jam bahkan hingga berhari-hari. Pada umumnya, kondisi ini bisa hilang dalam enam bulan pertama setelah melakukan operasi amputasi, namun tidak sedikit orang yang terus mengalami keluhan tersebut selama bertahun-tahun, berikut fakta menarik kondisi ini.

  • Gejala

Seperti penjelasan singkat di atas bahwa kondisi ini diikuti dengan perasaan nyeri yang muncul pada bagian tubuh yang sudah tidak ada. Meski demikian, karakteristik rasa sakit yang muncul dan dialami setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang yang mengalami kondisi ini akan menjelaskan rasa sakit seperti berikut ini.

  • Merasakan sensasi terbakar.
    • Terasa seperti ditusuk jarum atau pisau.
    • Terasa dipelintir secara paksa.
    • Merasakan kram.
    • Terasa seperti kesetrum listrik.
    • Terasa seperti ditembak.
  • Beberapa Penyebab

Pertama kali kondisi ini diketahui para petugas medis, dianggap sebagai gejala psikologis pasien yang masih syok setelah amputasi. Namun, berdasarkan hasil penelitian dan eksperimen, sensasi yang ditimbulkan kondisi ini ternyata berasal dari saraf tulang belakang dan juga otak. Melalui MRI dan tomografi emisi psositron (PET), otak masih terhubung dengan bagian tubuh yang diamputasi.

Bagian otak yang sarafnya terhubung dengan bagian tubuh teramputasi mampu menunjukkan reaksi ketika pasien berada dalam kondisi ini. Otak tak lagi mendapat reaksi dari bagian tubuh tersebut, reaksi yang ditunjukkan otak adalah dengan cara mengirim sinyal rasa nyeri sebagai peringatan adanya kondisi itu.

  • Situasi Khusus

Kondisi khusus ini di antaranya rasa sakit setelah amputasi dan kerusakan ujung saraf (neuroma), misalnya seperti tangan sebelum diamputasi mengalami cedera setelah proses amputasi, kemungkinan besar seseorang tersebut tetap akan mengalami rasa sakit di bagian yang sama. Hal ini dikarenakan otak sudah otomatis dalam mengingat lokasi dan sakit yang ada.

  • Pencegahan

Pencegahan hanya bisa dilakukan ketika dokter akan melakukan amputasi, yakni dengan memastikan pasien benar-benar dalam keadaan tidak sadar. Tak hanya itu, tenaga medis juga harus memastikan bahwa prosedur amputasi berjalan dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Pasien akan dibius beberapa jam bahkan satu hari sebelum proses dilakukan.

  • Pengobatan Medis

Phantom pain masih belum diketahui obatnya, karena berhubungan dengan otak dan kemungkinan pulih sepenuhnya dari kondisi ini masih dalam tahap penelitian. Namun, para ahli medis sepakat terdapat beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit seperti obat gejala depresi.

Penyakit Read More