Mengenal Trombofilia yang Diduga Jadi Penyebab Keguguran Berulang

Pembekuaan darah adalah mekanisme alami tubuh ketika terjadi pendarahan. Trombus atau bekuan darah akan terbentuk secara otomatis ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, baik itu arteri maupun vena akibat luka. Namun, dalam kasus tertentu, bekuan darah tersebut dapat terjadi secara abnormal, sehingga tak jarang dapat menyumbat pembuluh darah. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai trombofilia.

Pada dasarnya, proses pembekuan darah tersebut akan berhenti dengan sendirinya ketika tubuh sudah tidak lagi membutuhkan fibrin (benang-benang) untuk menutupi luka yang terbuka. Namun, jika proses tersebut tidak berjalan semestinya, bekuan darah malah akan menghambat aliran darah ke jaringan tubuh lain. Kondisi ini dikenal dengan trombosis.

Trombofilia diduga kuat menjadi penyebab keguguran yang terjadi secara terus menerus. Di samping itu, trombofilia juga dianggap sebagai alasan dari gagalnya prosedur bayi tabung (in vitro fertilization).

Apa yang menjadi penyebab trombofilia?

Secara garis besar, trombofilia dibagi menjadi dua: trombofilia yang diturunkan secara genetik dan trombofilia yang didapat. Masing-masing jenis trombofilia memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda.

Trombofilia yang diturunkan disebabkan oleh adanya mutasi genetik yang diturunkan dari garis keturunan, terutama orang tua. Adanya produksi abnormalitas produksi senyawa diduga dapat memicu mutasi genetik tersebut, seperti:

  • faktor V Leiden: tipe trombofilia genetik yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh jumlah faktor V Leiden yang meningkat
  • protrombin: kondisi trombofilia yang disebabkan oleh produksi protrombin (protein yang membantu proses pembekuan darah) dalam jumlah yang lebih banyak
  • protein C, S dan antithrombin: kondisi trombofilia yang disebabkan oleh menurunnya produksi senyawa alami protein C, S, dan antithrombin yang dapat mencegah pembekuan darah. Hal ini mengakibatkan proses pembekuan darah menjadi tidak terbatas.

Di lain sisi, trombofilia yang didapat pada umumnya dipicu oleh beberapa faktor spesifik, seperti:

  • Sindrom antifosfolipid
  • Kanker
  • Tirah baring akibat trauma pada tungkai, pasca operasi, atau penyakit kronis lain.

Ada atau tidaknya trombofilia pada tubuh dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan darah. Prosedur ini akan melihat kadar senyawa kimia yang bekerja untuk membekukan darah. Walaupun begitu, pemeriksaan ini tidak dapat menghasilkan data akurat penyebab pasti dari trombofilia.

Penyakit Read More